DETAIL DOCUMENT
ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BENCANA GERAKAN TANAH DAN PENGGUNAAN LAHAN DI DESA SUKASETIA KECAMATAN CISAYONG KABUPATEN TASIKMALAYA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Siliwangi
Author
SA’DIYAH, FINA
Subject
G Geography (General) 
Datestamp
2023-01-05 08:00:21 
Abstract :
ABSTRAK Bencana alam selalu membuat kekhawatiran dan keresahan pada masyarakat, salah satu bencana yang sering terjadi yaitu gerakan tanah. Desa Sukasetia memiliki kondisi morfologi yang berelief dengan iklim yang basah, serta jenis tanah yang merupakan hasil pelapukan letusan gunung api sehingga tanahnya sangatlah subur. Disamping kesuburan sebagai dampak positif, hal itu dapat menimbulkan dampak negatif, yaitu menjadi lebih rawan akan terjadinya bencana gerakan tanah dengan frekuensi yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan bencana gerakan tanah dan mengetahui penggunaan lahan yang ada di Desa Sukasetia dengan pembuatan zonasi rawan bencana gerakan tanah di Desa Sukasetia Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deksriptif kuantitatif dengan pendekatan overlay pemetaan dengan menggabungkan data spasial penyebab faktor terjadinya bencana gerakan tanah berupa data kemiringan lereng, curah hujan, kondisi geologi, jenis tanah, penggunaan lahan dan kuisioner kepada masyarakat Desa Sukasetia.Hasil penelitian yang didapatkan bahwa Desa Sukasetia Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya sebagian besar wilayahnya berada pada Zona Sangat Rawan dengan Luas 305 Ha (50,8%) dengan sebagian pengguaan lahan dimanfaatkan untuk areal pesawahan, pemukiman, kebun dan juga tegalan, pada Zona Rawan dengan luas 267,26 Ha (44,50%) dengan penggunaan lahan sebagian dimanfaatkan sebagai pemukiman, pesawahan dan perkebunan dan pada Zona Cukup Rawan 28,40 (4,72%) umumnya penggunaan lahan pada zona ini merupakan semak belukar dan pesawahan.oleh karena itu, Desa Sukasetia Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya sebagian besar wilayahnya termasuk kedalam kategori sangat rawan dan rawan, terutama pada daerah tersebut sebagian besar dimanfaatkan oleh masyarakat untuk area pemukiman dan tempat kegiatan dan harus dioptimalkan kembali dengan mempertimbangkan aspek kebencanaan serta perlunya pengetahuan mengenai mitigasi bencana serta dapat menghindari pembangunan permanen pada lahan yang memiliki kemiringan lereng yang sangat curam hingga curam. Kata Kunci: Bencana Gerakan Tanah, Zonasi, Penggunaan Lahan 
Institution Info

Universitas Siliwangi