Abstract :
ABSTRAK
Bencana alam selalu membuat kekhawatiran dan keresahan pada masyarakat,
salah satu bencana yang sering terjadi yaitu gerakan tanah. Desa Sukasetia memiliki
kondisi morfologi yang berelief dengan iklim yang basah, serta jenis tanah yang
merupakan hasil pelapukan letusan gunung api sehingga tanahnya sangatlah subur.
Disamping kesuburan sebagai dampak positif, hal itu dapat menimbulkan dampak
negatif, yaitu menjadi lebih rawan akan terjadinya bencana gerakan tanah dengan
frekuensi yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat
kerawanan bencana gerakan tanah dan mengetahui penggunaan lahan yang ada di Desa
Sukasetia dengan pembuatan zonasi rawan bencana gerakan tanah di Desa Sukasetia
Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya.Metode yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu deksriptif kuantitatif dengan pendekatan overlay pemetaan dengan
menggabungkan data spasial penyebab faktor terjadinya bencana gerakan tanah berupa
data kemiringan lereng, curah hujan, kondisi geologi, jenis tanah, penggunaan lahan
dan kuisioner kepada masyarakat Desa Sukasetia.Hasil penelitian yang didapatkan
bahwa Desa Sukasetia Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya sebagian besar
wilayahnya berada pada Zona Sangat Rawan dengan Luas 305 Ha (50,8%) dengan
sebagian pengguaan lahan dimanfaatkan untuk areal pesawahan, pemukiman, kebun
dan juga tegalan, pada Zona Rawan dengan luas 267,26 Ha (44,50%) dengan
penggunaan lahan sebagian dimanfaatkan sebagai pemukiman, pesawahan dan
perkebunan dan pada Zona Cukup Rawan 28,40 (4,72%) umumnya penggunaan lahan
pada zona ini merupakan semak belukar dan pesawahan.oleh karena itu, Desa
Sukasetia Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya sebagian besar wilayahnya
termasuk kedalam kategori sangat rawan dan rawan, terutama pada daerah tersebut
sebagian besar dimanfaatkan oleh masyarakat untuk area pemukiman dan tempat
kegiatan dan harus dioptimalkan kembali dengan mempertimbangkan aspek
kebencanaan serta perlunya pengetahuan mengenai mitigasi bencana serta dapat
menghindari pembangunan permanen pada lahan yang memiliki kemiringan lereng
yang sangat curam hingga curam.
Kata Kunci: Bencana Gerakan Tanah, Zonasi, Penggunaan Lahan