Abstract :
ABSTRAK
ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama 6
(enam) bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau
minuman lain. Kurangnya pemberian ASI ekslusif dapat menyebabkan gangguan
pertumbuhan fisik, kualitas kecerdasan dan perkembangan masa depan, ASI
eksklusif memiliki gizi tinggi dan sangat penting untuk tumbuh kembang bayi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan, sikap
dan praktik pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi bayi usia 6-12 bulan di
Wilayah Kerja Puskesmas Tawang Kota Tasikmalaya tahun 2022. Jenis penelitian
ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi
dalam penelitian ini yaitu bayi usia 6-12 di Wilayah Kerja Puskesmas Tawang
yang berjumlah 103 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu
accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini yaitu bayi usia 6-12 bulan yang
berjumlah 51 bayi. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner, lembar observasi
dan timbangan bayi digital. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian yaitu uji
Fisher Exact Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ho diterima yang berarti
tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan status gizi, dengan nilai p?value = 1000 (p<0,05). Tidak ada hubungan antara sikap dengan status gizi
dengan nilai p-value = 0,641 (p<0,05)dan tidak ada hubungan antara praktik
pemberian ASI dengan status gizi dengan nilai p-value = 0,668 (p<0,05).
Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan tingkat pengetahuan, sikap
dan praktik pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi bayi usia 6-12 bulan di
Wilayah Kerja Puskesmas Tawang Kota Tasikmalaya tahun 2022.
Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Sikap, Praktik, Status Gizi