Abstract :
ABSTRAK
RAMDHAN PRASETYO (2022). PENGARUH PEMBANGUNAN JEMBATAN
CIRAHONG TERHADAP PERKEMBANGAN PERKEBUNAN DI
KABUPATEN GALUH-CIAMIS 1893-1942. Jurusan Pendidikan Sejarah.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Siliwangi. Tasikmalaya.
Kereta api merupakan alat transportasi yang menajdi solusi dalam kesulitan?kesulitan yang dialami dalam pengangkutan komoditi perkebunan yang ada di
Hindia Belanda. Kereta api memiliki tingkat efektifitas yang lebih tinggi
dibanding alat angkut yang sudah ada sebelumnya. Kabupaten Galuh-Ciamis
menjadi wilayah yang dilewati oleh jariangan kereta api di Hindia Belanda.
Pembangunan jaringan kereta api di Kabupaten Galuh-Ciamis dimulai dengan
dibangunnya Jembatan Cirahong yang menghubungkan Manonjaya dengan
Ciamis. Pembangunan Jembatan Cirahong merupakan hasil dari lobi yang
dilakukan oleh R.A.A Kusumadiningrat kepada pemerintah kolonial dampak dari
ketidakpuasaannya terhadap rencana pembangunan jalur kereta api yang tidak
melewati pusat Kabupaten Galuh-Ciamis. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pembangunan dari Jembatan kereta api Cirahong hingga memberikan
dampak terhadap perkembangan perkebunan di Kabupaten Galuh-Ciamis.
Skrispsi ini menggunakan Metode Historis yang meliputi tahap heuristik, kritik,
interpretasi, dan historiografi. Pembangunan Jembatan Cirahong dimulai pada
tahun 1893, pembangunan jembatan ini merupakan konsekuensi setelah rencana
pembangunan jalur Buitenzorg-Cilacap dibelokkan dari yang awalnya kan
melewati Cimaraga dibelokkan melewati putsa Kabupaten Galuh di Ciamis. Lobi
yang dilakukan oleh R.A.A Kusumadiningrat memberikan pengaruh besar
terhadap perekonomian di Kabuapaten Galuh dengan banyaknya Perusahaan
Perkebunan swasta asing maupun pribumi membangun perkebunan di wilayah
Kabupten Galuh sehingga memperluas pekerjaan di Kabupaten Galuh karena di
lewati Jaringan Kereta Api.
Kata Kunci: Kabupaten Galuh-Ciamis, Jembatan Cirahong, Perkebunan, SS, kereta