Abstract :
Salah satu tanaman sayuran yaitu bayam merah (Amaranthus tricolor L.) yang
memiliki manfaat yang sama dengan tanaman bayam lainnya. Dalam budidaya
bayam merah memerlukan unsur hara yang cukup agar tanaman dapat tumbuh
dengan optimal. Pemanfaatan air cucian beras sebagai penambah unsur hara bagi
tanaman dikombinasikan dengan monosodium glutamat diharapkan dapat
menambah kandungan unsur hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman bayam
merah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji respons tanaman bayam merah
terhadap pemberian air cucian beras dan MSG. Penelitian dimulai pada bulan Mei
sampai dengan Juni tahun 2021 dan bertempat di Dusun Sukamulya Desa
Kertabumi Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis Jawa Barat dengan
ketinggian 154 m dpl. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok
(RAK) dengan 5 perlakuan yaitu kontrol, dosis air cucian beras 4 ml ditambah
MSG 1 g, dosis air cucian beras 5 ml ditambah MSG 2 g, dosis air cucian beras 6
ml ditambah MSG 3 g, dosis air cucian beras 7 ml ditambah MSG 4 g. Setiap
perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga total plot percobaan adalah 25. Data
dianalisis menggunakan sidik ragam dengan uji F dan dilanjutkan dengan Uji
Jarak Berganda Duncan dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Respons tanaman bayam merah pada perlakuan kombinasi air cucian beras
dan MSG memberikan respons negatif atau kurang baik dilihat dari parameter
penelitian yang menunjukkan hasil lebih kecil dibanding tanaman tanpa perlakuan.
Kata kunci: air cucian beras, bayam merah dan MSG