Abstract :
ABSTRAK
NURHAYAT 2022, ANALISIS KINERJA BAZNAS KOTA
TASIKMALAYA BERDASARKAN INDEKS ZAKAT NASIONAL
DENGAN PENDEKATAN DIMENSI MIKRO, Program Studi Ekonomi
Syariah, Fakultas Agama Islam, Universitas Siliwangi.
BAZNAS Kota Tasikmalaya sampai saat ini belum diukur kinerja
perzakatannya dengan metode perhitungan pada Indeks Zakat Nasional.
Pengukuran ini penting dilakukan untuk mengetahui pada tahap apa kinerja
perzakatannya, baik dari sisi internal lembaganya dan dari sisi eksternal
mustahik yang menerima manfaat zakatnya seperti apa. Maka penulis
merumuskan Bagaimana Kinerja BAZNAS Kota Tasikmalaya Berdasarkan
Indeks Zakat Nasional (IZN) dengan Pendekatan Dimensi Mikro.
Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan
Kualitatif. Analisis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah
dengan perhitungan Indeks Zakat Nasional. Indeks Zakat Nasional (IZN) yaitu
sebuah alat ukur yang dibentuk oleh pusat kajian strategis BAZNAS pada
tahun 2016. IZN merupakansebuah alat ukur yang dibangun dengan tujuan
untuk mengevaluasi perkembangan kondisi perzakatan pada level agregat
(nasional dan provinsi). Pada dimensi mikro terdapat dua indikator yang
menjadi penilaian, pertama indikator kelembagaan yang terdiri atas empat
variabel yaitu variabel penghimpunan, pengelolaan, penyaluran, dan
pelaporan. Kedua indikator dampak zakat yang terdiri dari 5 variabel yang
melihat dampak secara ekonomi, spiritual, pendidikan, kesehatan, dan
kemandirian.
Kinerja BAZNAS Kota Tasikmalaya berdasarkan indeks dimensi
mikro adalah kurang baik dengan nilai indeks dimensi mikro sebesar 0,39.
Yang mana nilai dari aspek kelembagaan sudah baik dengan perolehan nilai
0,60 dari variabel penghimpunan 0,25 yang berarti kurang baik, karena
kenaikan yang terjadi dari tahun 2020 ke 2021 hanya 8 persen, variabel
pengelolaan 0,75 yang berarti sudah baik, variabel pendistribusian 0,75
yang berarti sudah baik, variabel pelaporan 0,75 yang berarti sudah baik.
Kinerja dilihat dari aspek dampak zakat kurang baik, dengan perolehan dari
variabel Analisis CIBEST 0,25 yang berarti kurang baik, variabel
Modifikasi IPM 0,50 yang berarti cukup, variabel kemandirian 0,25 yang
berarti kurang baik dan total nilai yang diperoleh dari aspek dampak zakat
adalah 0,3.
Maka penilaian dimensi mikro adalah total dari Indikator aspek
kelembagaan dan dampak zakat, nilainya 0,39 yang artinya kinerja
BAZNAS Kota Tasikmalaya dilihat dari dimensi mikro kurang baik.
Kata Kunci: Kinerja BAZNAS, Indeks Zakat Nasional, Dimensi Mikro