Abstract :
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
2022
ABSTRAK
ISNI ASYARI RAMDIANI ISWAHYUDI
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN
STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATARUMAN I KOTA
BANJAR
Abstrak
Survei Status Gizi Balita Indonesia tahun 2021 menunjukkan prevalensi stunting
sebesar 24,4%. Prevalensi stunting di Provinsi Jawa Barat sebesar 24,5%.
Prevalensi di Kota Banjar adalah sebanyak 8,7%. Berdasarkan Data Penimbangan
Bulan Agustus tahun 2022, terdapat 58 baduta di wilayah kerja Puskesmas
Pataruman I yang mengalami stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stunting pada baduta di
Puskesmas Pataruman I. Faktor yang diteliti adalah anemia pada kehamilan,
ketahanan pangan, dan riwayat infeksi. Desain penelitian adalah case control
dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:2 menghasikan total sampel yang sesuai
kriteria sebanyak 48 sampel kasus dan 96 sampel kontrol. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa persentase responden yang mengalami anemia pada
kehamilan hampir sama antara baduta stunting dan tidak stunting yaitu 22,9% pada
baduta stunting dan 25% pada baduta tidak stunting. Persentase keluarga dengan
rawan pangan pada baduta stunting sebesar 52,1% dan keluarga rawan pangan pada
baduta tidak stunting sebesar 52,1%. Riwayat infeksi lebih banyak terjadi pada
baduta stunting daripada baduta tidak stunting. Hasil analisis bivariat tidak ada
hubungan yang signifikan antara anemia pada kehamilan terhadap kejadian stunting
(p = 0,945), tidak ada hubungan yang signifikan antara ketahanan pangan terhadap
kejadian stunting (p = 0,723), dan ada hubungan yang signifikan antara riwayat
infeksi dengan kejadian stunting (p = 0,041). Oleh karena itu dapat disimpulkan
terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat infeksi dengan kejadian stunting.
Upaya pencegahan infeksi dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di rumah
tangga dapat menurunkan risiko kejadian stunting.
Kata kunci: stunting, anemia, ketahanan pangan, infeksi