DETAIL DOCUMENT
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATARUMAN I KOTA BANJAR
Total View This Week0
Institusion
Universitas Siliwangi
Author
ISWAHYUDI, ISNI ASYARI RAMDIANI
Subject
Q Science (General) 
Datestamp
2023-02-03 07:25:15 
Abstract :
FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS SILIWANGI TASIKMALAYA 2022 ABSTRAK ISNI ASYARI RAMDIANI ISWAHYUDI FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATARUMAN I KOTA BANJAR Abstrak Survei Status Gizi Balita Indonesia tahun 2021 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 24,4%. Prevalensi stunting di Provinsi Jawa Barat sebesar 24,5%. Prevalensi di Kota Banjar adalah sebanyak 8,7%. Berdasarkan Data Penimbangan Bulan Agustus tahun 2022, terdapat 58 baduta di wilayah kerja Puskesmas Pataruman I yang mengalami stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stunting pada baduta di Puskesmas Pataruman I. Faktor yang diteliti adalah anemia pada kehamilan, ketahanan pangan, dan riwayat infeksi. Desain penelitian adalah case control dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:2 menghasikan total sampel yang sesuai kriteria sebanyak 48 sampel kasus dan 96 sampel kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase responden yang mengalami anemia pada kehamilan hampir sama antara baduta stunting dan tidak stunting yaitu 22,9% pada baduta stunting dan 25% pada baduta tidak stunting. Persentase keluarga dengan rawan pangan pada baduta stunting sebesar 52,1% dan keluarga rawan pangan pada baduta tidak stunting sebesar 52,1%. Riwayat infeksi lebih banyak terjadi pada baduta stunting daripada baduta tidak stunting. Hasil analisis bivariat tidak ada hubungan yang signifikan antara anemia pada kehamilan terhadap kejadian stunting (p = 0,945), tidak ada hubungan yang signifikan antara ketahanan pangan terhadap kejadian stunting (p = 0,723), dan ada hubungan yang signifikan antara riwayat infeksi dengan kejadian stunting (p = 0,041). Oleh karena itu dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat infeksi dengan kejadian stunting. Upaya pencegahan infeksi dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di rumah tangga dapat menurunkan risiko kejadian stunting. Kata kunci: stunting, anemia, ketahanan pangan, infeksi 
Institution Info

Universitas Siliwangi