Abstract :
ABSTRAK
Wiwi Siti Sajaroh, 2022. Meningkatkan Kemampuan Menganalisis
Struktur dan Kebahasaan dan Memproduksi Teks Eksplanasi dengan
Menggunakan Model Pembelajaran Explicit Intruction (Penelitian
Tindakan Kelas pada Peserta Didik Kelas XI SMK Negeri 4
Tasikmalaya Tahun Ajaran 2019/2020). Jurusan Pendidikan Bahasa
Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas
Siliwangi.
Kompetensi dasar yang harus dicapai peserta didik kelas XI SMK Negeri 4
Tasikmalaya, yaitu menganalisis struktur dan kebahasaan serta memproduksi teks
eksplanasi. Namun ada kenyataannya, masih banyak peserta didik yang belum
mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dapat atau tidaknya model
pembelajaran Explicit Intruction meningkatkan kemampuan menganalisis struktur
dan kebahasaan serta memproduksi teks eksplanasi pada peserta didik kelas XI SMK
Negeri 4 Tasikmalaya tahun ajaran 2019/2020.
Pada penelitian ini penulis menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas.
Dan menerapkan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik tes. Penelitian yang
penulis laksanakan sebanyak dua siklus, yaitu perencanaan tindakan, mengobservasi,
dan mengevaluasi (proses dan hasil tindakan), dan merefleksi.
Data hasil nilai yang didapat oleh peserta didik kemudian diolah
menggunakan perhitungan statistik Uji Wilcoxon. Berdasarkan penafsiran
mengunakan Uji W diperoleh hasil Whitung (0)< Wtabel (0,01)(157,8), artinya
model pembelajaran Explicit Intruction dapat meningkatkan kemampuan
menganalisis struktur dan kebahasaan serta memproduksi teks eksplanasi.
Berdasarkan hasil Uji W, penulis memperoleh hasil bahwa model
pembelajaran Explicit Intruction dapat meningkatkan kemampuan menganalisis
struktur dan kebahasaan serta memproduksi teks eksplanasi. Hal itu dibuktikan
dengan adanya peningkatan pada siklus I kompetensi pengetahuan terdapat 16 orang
(45%), sedangkan pada siklus II terdapat terdapat 35 orang (100%) seluruhnya telah
mencapai KKM. Kemudian pada siklus I kompetensi keterampilan terdapat terdapat
8 orang (22%) sedangkan pada siklus II terdapat 35 orang (100%).