Abstract :
ABSTRAK
Fikri Dzulfikar. 2022. ?Proses Pendidikan Keagamaan K.H. Zainal Musthafa di
Pesantren Cilenga Tahun 1917 ? 1927?. Program Studi Pendidikan Sejarah
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi.
Perkembangan pendidikan pesantren, tidak lepas dari masuknya agama Islam di
Indonesia. Salah satunya upaya penyebarannya adalah melalui dunia pendidikan.
Dengan demikian pendidikan merupakan sesuatu mendasar dan tidak bisa di lepas
dari kehidupan manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
metode historis. Metode historis yang digunakan dimaksud adalah suatu proses
menguji dan menganalisis secara ktitis rekaman peninggalan masa lalu. Tahap?tahap dalam penelitian ini meliputi heuristic, kritik, interpretasi dan historiografi.
Teknik pengumpulan penelitian yang digunakan adalah studi literature, yaitu
mengumpulkan fakta dan sumber dari berbagai literature yang berkaitan dan
relevan dengan permasalahan. Adapun tujuan penelitian ini yaitu,(1)Untuk
mengetahui profil K.H. Zainal Musthafa.(2)Untuk mengetahui ilmu yang
diperoleh K.H. Zainal Musthafa selama pendidikan pesantren.(3)Untuk
mengetahui proses pendidikan keagamaan yang didapat K.H. Zainal Musthafa di
Pesantren Cilenga Leuwisari tahun 1917 ? 1927. Hasil penelitian ini adalah K.H.
Zainal Musthafa merupakan sosok tokoh pahlawan nasional yang
memperjuangkan harkat martabat Islam di daerah Tasikmalaya terhadap penjajah
serta seorang revolusioner atas kemajuan pendidikan keagamaan. Proses K.H.
Zainal Musthafa dimulai dari nama kesayangan beliau terhadap guru adalah
Hudaemi menempuh pendidikan formal di Sekolah Rakyat sampai kelas tiga,
sanad keilmuan beliau dari meneruskan mencari ilmu ke pondok pesantren.
Hudaemi di pesantrenkan oleh seorang janda kaya bersama sepupunya Dimyati
belajar ke Pondok Pesantren Gunung Pari, kemudian berturut-turut ke Pondok
Pesantren Cilenga, Sukamiskin (Bandung), Cibatu, dan Jamanis. Janda kaya
tersebut bernama Juhairiyah yang merupakan kakak dari ibu Hudaemi. Pada
waktu di pesantren di Cilenga, keduanya (Hudaemi dan Dimyati) menunaikan
ibadah haji. Setelah pulang dari ibadah haji, nama Hudaemi di rubah menjadi
K.H. Zainal Musthafa dan Dimyati menjadi K.H. Zainal Muhsin.
Kata Kunci: Cilenga, K.H. Zainal Musthafa, Pendidikan Keagamaan