DETAIL DOCUMENT
ANALISIS KOORDINASI RECLOSER DAN OVERCURRENT RELAY UNTUK GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PENYULANG GRANIT GARDU INDUK SERPONG UP3 DEPOK
Total View This Week0
Institusion
Universitas Siliwangi
Author
Arganesta, Naufal
Subject
TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering 
Datestamp
2023-02-09 03:48:37 
Abstract :
ABSTRAK Nama : Naufal Arganesta Program Studi : Teknik elektro Judul : Analisis Koordinasi Recloser dan Over Current Relay Untuk Gangguan Hubung Singkat Pada Penyulang Granit Gardu Induk Serpong UP3 Depok Pada jaringan distribusi diperoleh data bahwa 70% sampai 80% gangguan bersifat sementara yaitu gangguan yang dapat dihilangkan atau diperbaiki setelah bagian yang terganggu tersebut diisolir dengan bekerjanya pemutus daya. Gangguan hubung singkat bisa menyebabkan terjadinya arus lebih (Over Current) dan dapat menyebabkan hentakan pada peralatan seperti trafo distribusi. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan proteksi pada sistem distribusi. Tujuan dari proses koordinasi adalah untuk menemukan waktu fungsi elemen yang memungkinkan untuk beroperasi menggunakan konstan back-up waktu tunda, untuk arus gangguan. Koordinasi dalam sistem proteksi diperlukan beberapa rele diantaranya recloser dan rele arus lebih (OCR). Penelitian ini membahas analisa setelan rele arus lebih dan recloser akibat gangguan hubung singkat pada dua fasa dan tiga fasa pada penyulang Granit gardu induk Serpong UP3 Depok serta membandingkan setelan antara hasil di lapangan dengan hasil perhitungan. Dari hasil perhitungan didapatkan arus gangguan terbesar terjadi akibat gangguan tiga fasa sebesar 2792,066 A dengan jarak penyulang 0 kilometer, sedangkan gangguan terkecil terjadi akibat gangguan satu fasa ke tanah pada jarak penyulang 36,52 kilometer sebesar 1215,890 A. Nilai setelan TMS ditentukan berdasarkan standar IEC 60255, dimana batas standar TMS 0,1 ? 1. Hasil setelan pada perhitungan untuk rele arus lebih yaitu IP = 315 A, TMS = 0,229, dan t = 0,710 s, sedangkan data lapangan mempunyai nilai IP = 400 A, TMS = 0,5 dan t = 0,6. Hasil setelan pada perhitungan untuk recloser yaitu IP = 108,045, TMS = 0,143 dan t = 0,298 s, sedangkan data lapangan mempunyai nilai IP = 250 A, TMS = 0,5 dan t = 0,2 s. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa hasil lapangan tidak mempunyai waktu kooedinasi yang jelas karena tidak adanya delay antar rele arus lebih dan recloser. Hasil perhitungan juga memiliki kepekaan yang lebih baik terhadap arus gangguan. Untuk TMS keduanya menunjukan masih dalam batas standar yang ditentukan. Kata kunci : Proteksi, koordinasi, distribusi, recloser, rele arus lebih 
Institution Info

Universitas Siliwangi