Abstract :
ABSTRAK
Twitter merupakan salah satu media sosial yang berfungsi untuk
mengungkapkan pendapat mengenai isu atau masalah yang sedang terjadi seperti
halnya masalah dibidang sosial, ekonomi, pendidikan dan masalah lainnya. Salah
satu masalah yang sedang diperbincangkan sampai saat ini yaitu pembelajaran
daring. Pemerintah mengeluarkan kebijakan salah satunya kepada seluruh
mahasiswa untuk belajar di rumah saja secara online dengan menggunakan
jaringan untuk bisa saling berinteraksi layaknya di dalam kelas. Alasan
pemerintah mengeluarkan kebijakan tersebut untuk memutus rantai penyebaran
virus Covid-19 yang sampai saat ini masih belum reda. Mengenai kebijakan
pembelajaran daring ini menimbulkan pro dan kontra. Opini tersebut banyak
diungkapkan di media sosial salah satunya media sosial twitter. Analisis sentimen
merupakan sebuah metode untuk menganalisis sebuah pendapat yang bertujuan
untuk dilakukan mengklasifikasikan teks. Metode Naïve Bayes Classifier dan
Support Vector Machine merupakan metode machine learning yang bisa
digunakan untuk analisis sentimen. Masalah dalam pengklasifikasian teks adalah
kurang optimalnya akurasi yang dihasilkan, sehingga diperlukan seleksi fitur atau
boosting untuk bisa meningkatkan akurasinya. Penelitian ini dilakukan
optimalisasi boosting dengan menggunakan Adaboost. Tujuan dari penelitian ini
adalah membandingkan performa algoritma sebelum dan sesudah menggunakan
Adaboost. Hasil analisis sentimen terhadap pembelajaran daring ini didapatkan
hasil akurasi tertinggi oleh algoritma Naïve Bayes Classifier ditambah dengan
Adaboost sebesar 99.26%, dengan presisi sebesar 99.39% dan recall 99.20%.
Kata Kunci : Adaboost, Analisis Sentimen, Covid-19, Kuliah Online, Naïve
Bayes, SVM, Twitter.