Abstract :
ABSTRAK
Bundaran Binokasih merupakan salah satu bundaran penting di Kabupaten
Sumedang, yang menghubungkan jalan antar Kabupaten dan menjadi salah satu
jalan lintas Provinsi. Berdasarkan pengamatan secara visual, diketahui bahwa
tingginya arus lalu lintas dari arah Barat dan Utara yang melewati bundaran ini
dapat menyebabkan terjadinya kemacetan. Dari kondisi ini dibutuhkan penelitian
untuk mengetahui kinerja bundaran pada kondisi eksisting dan masa mendatang.
Adapun dalam penelitian ini dilakukan survei volume arus lalu lintas yang
dilakukan selama enam belas hari pada saat waktu puncak dan pengambilan data
geometri bundaran yang dilakukan pada malam hari, selanjutnya dilakukan analisis
menggunakan metode perhitungan dari Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI,
1997) untuk mengetahui besarnya nilai kapasitas, nilai derajat kejenuhan, nilai
tundaan, dan besarnya peluang antrian yang terjadi di Bundaran Binokasih. Hasil
analisis kinerja bundaran kondisi eksisting menunjukkan bahwa arus terbesar
terjadi pada hari Sabtu 18 Juni 2022 pukul 16:00-17:00 WIB dengan nilai kapasitas
jalinan AB = 5455 smp/jam, jalinan BC = 4878 smp/jam, jalinan CD = 5398
smp/jam, jalinan DA = 5308 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan jalinan AB = 0,396,
jalinan BC = 0,289, jalinan CD = 0,253, jalinan DA = 0,317. Nilai tundaan bundaran
rata-rata sebesar 6,71 det/smp dengan tingkat pelayanan B. Peluang antrian
bundaran terjadi antara 4,1%-8,6%. Sedangkan untuk kinerja bundaran 5 tahun
mendatang terjadi perubahan nilai pada tiap bagian jalinan dengan nilai derajat
kejenuhan pada jalinan AB = 0,426, jalinan BC = 0,311, jalinan CD = 0,273, jalinan
DA = 0,342. Nilai tundaan bundaran rata-rata sebesar 6,917 det/smp dengan tingkat
pelayanan B. Peluang antrian bundaran terjadi antara 4,6%-9,6%.
Kata kunci: Analisis bundaran, Derajat kejenuhan, Tundaan, Peluang antrian