Abstract :
ABSTRAK
Pemberlakuan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada masa
pandemi covid-19 memperoleh banyak tanggapan, kritik dan saran yang berisi
cuitan positif dan negatif dari masyarakat melalui twitter. Cuitan tersebut sulit
dipilah untuk mendapatkan kata dari sentimen positif dan sentimen negatif karena
kata yang digunakan beragam. Mengatasi hal itu analisis sentimen dilakukan
untuk mengekstrak informasi terkait kebijakan PJJ. Untuk mendapatkan hasil
evaluasi terbaik menggunakan perbandingan dengan 4 skenario. Tahap penelitian
dimulai dengan pengambilan data twitter, cleaning data, pelabelan positif dan
negatif, preprocessing data diantaranya tokenize, casefolding, stemming dan
stopword removal, TF-IDF untuk pembobotan kata dan SMOTE menangani
ketidakseimbangan data, klasifikasi menggunakan algoritma Naïve Bayes dan
Particle Swarm Optimization (PSO) sebagai seleksi fitur. Pengujian Naïve Bayes
yang dikombinasikan dan PSO dengan 4 skenario menghasilkan akurasi yang
cukup baik, dengan nilai rata-rata akurasi 97.29%, recall 94.72%, dan precision
99.84%. Hasil akurasi tertinggi pada rasio 60:40 dengan algoritma Naïve Bayes
dan PSO sebesar 97.88%. Pengaruh PSO terhadap performa model cukup baik
terlihat pada akurasi yang meningkat.
Kata Kunci: Analisis Sentimen, CRISP-DM, Naïve Bayes, Particle Swarm
Optimiation, PJJ, SMOTE.