DETAIL DOCUMENT
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PNEUMONIA PADA BADUTA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS JAMANIS KABUPATEN TASIKMALAYA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Siliwangi
Author
INDALLAH, AMIRAH SITI NUR
Subject
RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine 
Datestamp
2023-02-14 00:37:03 
Abstract :
FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS SILIWANGI TASIKMALAYA PEMINATAN EPIDEMIOLOGI 2022 ABSTRAK AMIRAH SITI NUR INDALLAH FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BADUTA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS JAMANIS KABUPATEN TASIKMALAYA Latar Belakang. Pneumonia adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur yang menyerang jaringan paru-paru (alveoli) serta penyebab kematian utama bayi dan balita di dunia. Usia yang rentan terserang pneumonia adalah anak usia dibawah dua tahun. Puskesmas Jamanis termasuk dalam tiga besar puskesmas dengan kasus pneumonia tertinggi di Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 163 kasus pada tahun 2021. Tujuan. Penelitian ini memiliki tujuan mengidentifikasi faktor risiko apa saja yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada baduta di wilayah kerja UPTD Puskesmas Jamanis Kabupaten Tasikmalaya. Metode Penelitian. Kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan desain kasus kontrol. Sumber pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Sampel berjumlah 159 anak usia 6-24 bulan yang diambil dari bulan Mei 2021 ? Mei 2022 terdiri dari 53 kasus dan 106 kontrol. Teknik pengambilan sampel pada kelompok kasus menggunakan total sampling dan kelompok kontrol menggunakan purposive sampling. Hasil. Hasil uji statistik bivariat menggunakan analisis Chisquare pada derajat kepercayaan 95% menunjukkan hasil terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif (p=0.004; OR=3.052), keberadaan anggota keluarga yang merokok (p=0.023; OR=2.520), kebiasaan membuka jendela (p=0.014; OR=7.875), luas ventilasi (p=0.008; OR=2.616) dan kepadatan hunian (p=0.001; OR=3.579) dengan kejadian pneumonia pada baduta. Sedangkan tidak terdapat hubungan antara penggunaan obat nyamuk (p=0.953) dengan kejadian pneumonia pada baduta. Saran. Diharapkan masyarakat untuk ibu baduta memiliki peran aktif dalam mencari informasi mengenai pemberian ASI eksklusif, memperhatikan kesehatan anak sebagai upaya dalam pencegahan dengan melarang anggota keluarga merokok di dalam rumah, membiasakan membuka jendela rumah setiap pagi hari dan membuka ventilasi kamar tidur, serta menghindari kepadatan hunian kamar tidur. Kata Kunci: Pneumonia, Faktor Risiko, Baduta 
Institution Info

Universitas Siliwangi