Abstract :
Indonesia merupakan Negara yang beriklim tropis yang sangat baik untuk pertumbuhan hewan yang menyebabkan berkembangnya berbagai macam penyakit tropis, terutama penyakit yang dibawa oleh vektor seperti nyamuk. Salah satu penyakit yang ditularkan oleh vektor nyamuk yaitu DBD, yang merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue nyamuk ?Aedes aegypti?. Jumlah kasus DBD tahun 2017 di Indonesia sebanyak 68.407. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi ?air perasan buah belimbing wuluh? terhadap kematian larva Aedes aegypti. Desain penelitian yang digunakan adalah ?post test? only control group design, di mana objek penelitian dibagi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Sampel pada penelitian sebanyak 600 larva Aedes aegypti instar III, pemilihan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu memilih larva yang sudah mumpuni untuk diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa air perasan buah belimbing wuluh ada pengaruh sebagai larvasida terhadap kematian larva Aedes aegypti. LC/LD90 untuk dosis uji yang di campur dengan air kran. Hasil penelitian juga menunjukan adanya pengaruh atau perbedaan jumlah rata-rata kematian larva Aedes aegypti instar III dengan p=0,001 dimana p<0,05. Yang dinyatakan ada pengaruh yaitu pada konsentrasi 3%, 4% dan 5% selama 24 jam. Hasil perhitungan analisis probit didapatkan hasil bahwa nilai LC90 adalah 4,395%.
Kepustakaan : 2002-2018 Kata Kunci : Buah Belimbing Wuluh, Larva Aedes aegypti.