Abstract :
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
PROGRAM STUDI GIZI
2023
ABSTRAK
KARLINA
HUBUNGAN KERAGAMAN KONSUMSI PANGAN DAN TINGKAT
KECUKUPAN ZAT GIZI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA
BALITA USIA 24-59 BULAN (STUDI DI DESA SUKARATU
KECAMATAN SUKARESIK KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN
2022)
Stunting adalah suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan
sehingga panjang badan atau tinggi badan anak tidak sebanding dengan usianya,
sebagai akibat dari masalah gizi kronis dalam kurun waktu yang lama. Dikatakan
stunting apabila tinggi badan menurut umur kurang dari -2 Standar Deviasi (SD).
Prevalensi stunting secara nasional masih cukup tinggi mencapai 24,4%. Pada
tahun 2021, Desa Sukaratu Kecamatan Sukaresik terdapat 91 kasus balita
stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan keragaman
konsumsi pangan dan tingkat kecukupan zat gizi dengan kejadian stunting pada
balita usia 24-59 bulan di Desa Sukaratu, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten
Tasikmalaya tahun 2022. Metode penelitian ini dilakukan secara observasional
analitik dengan desain cross sectional. Uji statistik yang digunakan adalah Chi?square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
44,7% balita usia 24-59 bulan mengalami stunting. Hasil uji Chi-square
didapatkan ada hubungan signifikan kejadian stunting dengan keragaman pangan
[p=0,001; PR 6,071 (95%CI 2,169-16,996)], tingkat kecukupan energi [p=0,001;
PR 5,625 (95%CI 1,959-16,147)], tingkat kecukupan protein [p=0,001; PR 12,545
(95%CI 4.077-38,601)], tingkat kecukupan karbohidrat [p=0,003; PR 4,333
(95%CI 1,593-11,788)], dan tingkat kecukupan lemak [p=0,001; PR 8,529
(95%CI 2,751-26,445)].
Kata Kunci : Balita, Keragaman konsumsi pangan, Stunting, Tingkat Kecukupan
Zat Gizi