Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Indonesia yang menganut sistem
pemerintahan Presidensial yang memiliki gaya kepemimpinannya tersendiri yang
masing-masingnya memiliki keunikan. Fokus utama yang akan menjadi sorotan
adalah Soeharto dan Jokowi, dengan pembatasan masalah berpusat pada bagaimana
gaya kepemimpinan Jokowi dan Soeharto dalam menangani kerjasama dengan
Cina. Landasan teori yang digunakan adalah teori gaya kepemimpinan ditujukan
untuk menggali lebih dalam bagaimana perbandingan gaya kepemimpinan Jokowi
dan Soeharto dalam menangani kerjasama dengan Cina.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-studi pustaka, satu
diantaranya dikarenakan penelitian ini bersifat historis sehingga keduanya dapat
dikaji lebih jauh mengenai gaya kepemimpinan Jokowi dan Soeharto dalam
menangani kerjasama dengan Cina. Hasil penelitian menunjukkan mereka memiliki
beberapa gaya kepemimpinan yang sama, pseudo demokratik, transaksional,
transformatif, proaktif-ekstraktif dengan adaptif-antisipatif. Tapi ada satu
persamaan dari gaya kepempinan yang membawa pada perbedaan, yakni tipe
situasional. Soeharto dengan kecenderungannya menolak keras hubungan dengan
Tiongkok yang tak lepas dari penyebab kegelisahannya mengenai PKI, disamping
itu kepercayaannya pada adat istiadat Jawa membawanya pada persepsi menjauhi
Tiongkok yang dianggap memiliki sifat agresif. Berlainan dengan situasi Jokowi
yang memilih bekerjasama dengan Cina yang dari pengamatan keadaan saat ini
dianggap lebih menguntungkan.
Berdasarkan hasil penelitian maka penulis menyimpulkan bahwa baik
Soeharto dan Jokowi keduanya mengambil jalan yang berbeda walaupun memiliki
gaya kepemimpinan yang sama, keduanya unik dengan jalannya masing-masing
walapun pada akhirnya keputusan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan
Cina tidak menguntungkan bagi Soeharto dan membantunya jatuh dari kursi yang
lama ia tinggali, berbeda dengan Jokowi yang saat ini masih terpantau berdiri
dengan baik bersamaan dengan kerjasamanya dengan Cina.
Kata Kunci : Perbandingan Gaya Kepemimpinan, Soeharto, Jokowi, Cina.