Abstract :
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
PEMINATAN KESEHATAN LINGKUNGAN
2023
SHANIA PRAMUDIANTI
HUBUNGAN KONDISI SANITASI BERDASARKAN PILAR SANITASI
TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DENGAN KEJADIAN
DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS
CIGEUREUNG
ABSTRAK
Diare merupakan penyakit kedua sebagai penyebab kematian pada balita di dunia.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kondisi sanitasi
berdasarkan pilar sanitasi total berbasis masyarakat dengan kejadian diare pada
balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cigeureung. Penelitian ini berjenis
observasional analitik dengan desain penelitian case control. Populasi kasus yaitu
ibu yang memiliki balita tercatat sebagai penderita diare pada bulan Juli 2021 ?
Juli 2022. Sedangkan populasi kontrol yaitu ibu yang memiliki balita tidak
tercatat sebagai penderita diare pada bulan Juli 2021 ? Juli 2022. Perbandingan
kelompok kasus dan kontrol yaitu 1:1 dengan jumlah sampel keseluruhan
sebanyak 118 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple
random sampling untuk sampel kasus dan purposive sampling untuk sampel
kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi
menggunakan lembar observasi dan kuesioner yang mengacu pada Pedoman
Pelaksanaan Monitoring dan Verifikasi STBM 5 Pilar dan Panduan Pelaksanaan
Verifikasi 5 Pilar STBM. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan
nilai kemaknaan ? = 5%. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara cuci
tangan pakai sabun (p-value = 0,003) dan pengelolaan air minum dan makanan
rumah tangga (p-value = 0,017) dengan kejadian diare, tidak ada hubungan antara
pengamanan limbah cair rumah tangga (p-value = 0,08) dengan kejadian diare
pada balita. Saran untuk masyarakat agar lebih sering mempraktikkan langkah
mencuci tangan pakai sabun sesuai dengan anjuran Kemenkes RI, mencari
informasi mengenai waktu-waktu penting cuci tangan, dan menyimpan air minum
dan makanan secara tertutup.
Kata kunci: Kondisi sanitasi, STBM, Diare, Balita