DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN KEANEKARAGAMAN LUMUT DENGAN SUBSTRAT TEMPAT TUMBUHNYA LUMUT DI KAWASAN GUNUNG GALUNGGUNG TASIKMALAYA SEBAGAI SUPLEMEN BAHAN AJAR BIOLOGI
Total View This Week0
Institusion
Universitas Siliwangi
Author
WULANDARI, INDAH RAHMA
Subject
QH301 Biology 
Datestamp
2023-02-16 07:16:28 
Abstract :
ABSTRAK INDAH RAHMA WULANDARI. 2023. Hubungan Keanekaragaman Lumut Dengan Substrat Tempat Tumbuhnya Lumut Di Kawasan Gunung Galunggung Tasikmalaya Sebagai Suplemen Bahan Ajar Biologi. Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya. Tumbuhan lumut merupakan salah satu tumbuhan pionir yang dapat tumbuh pada lingkungan yang ekstrim seperti lahan bekas bencana alam gunung meletus salah satunya dialami oleh gunung Galunggung. Tumbuhan lumut dapat tumbuh pada berbagai substrat seperti tanah, batu, batang pohon dan kayu lapuk sehingga lumut cocok tumbuh di gunung Galunggung yang memiliki berbagai macam substrat. Tumbuhnya tumbuhan lumut juga dapat mencegah terjadinya banjir, erosi dan longsor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keanekaragaman lumut dengan substrat tempat tumbuhnya lumut di kawasan Gunung Galunggung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2022. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan metode pengambilan sampel menggunakan ladder transect. Stasiun yang digunakan yaitu stasiun 1 (Ngarai), stasiun 2 (Curug Batu Blek) dan stasiun 3 (Curug Cikahuripan). Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji korelasi Spearman Rank dan indeks keanekaragaman Shanon-Winner. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa telah teridentifikasi 23 jenis lumut dari 19 suku dan 21 genus. Hasil analisis uji korelasi Spearman Rank yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keanekaragaman lumut dengan substrat tempat tumbuhnya lumut di kawasan Gunung Galunggung Tasikmalaya. Dan hasil perhitungan indeks keanekaragaman stasiun 1 yaitu 0,74 tergolong kategori rendah, stasiun 2 yaitu 2,24 tergolong kategori sedang dan stasiun 3 yaitu 1,96 tergolong kategori sedang. Data-data yang didapatkan dari penelitian ini dijadikan sebagai suplemen bahan ajar Biologi untuk jenjang Sekolah Menengah Atas pada KD 3.8 Plantae kelas X mengenai Tumbuhan Lumut dan untuk perguruan tinggi pada mata kuliah Botani Cryptogamae mengenai Tumbuhan Lumut. Kata Kunci: Hubungan; Keanekaragaman; Lumut; Substrat. 
Institution Info

Universitas Siliwangi