Abstract :
FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS SILIWANGI TASIKMALAYA 2022
ABSTRAK
TRIA AMANDA
PERBEDAAN KEPADATAN LALAT BERDASARKAN TEKNIK PENGELOLAAN SAMPAH DI TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA (STUDI DI KABUPATEN CIAMIS, KOTA BANJAR DAN KOTA TASIKMALAYA) Lalat merupakan vektor pengganggu yang banyak ditemui di masyarakat, keberadaannya di suatu tempat dapat menjadi salah satu indikator yang menunjukkan bahwa tempat tersebut tidak bersih. Salah satu habitat lalat yang cukup baik adalah tempat pembuangan sampah. Timbulan sampah di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 29,565 juta ton/tahun. Sumber sampah paling banyak yaitu berasal dari rumah tangga (40,8%), dan untuk jenis sampah paling banyak yaitu sisa makanan (40,5%), sedangkan sisa makanan merupakan sampah organik yang mudah membusuk jika ditimbun berhari-hari dan dapat dimanfaatkan oleh vektor lalat sebagai sarang dalam proses perkembangbiakannya.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan kepadatan lalat berdasarkan teknik pengelolaan sampah di TPS Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu 215 TPS, dengan sampel 40 lokasi TPS dimana 20 lokasi merupakan TPS Konvensional dan 20 lokasi lainnya merupakan TPS 3R yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Mann Whitney. Hasil analisis bivariat menunjukkan (p-value = 0,019) artinya ada perbedaan kepadatan lalat berdasarkan teknik pengelolaan sampah di TPS Konvensional dan TPS 3R di Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kota Tasikmalaya. Saran bagi masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah, menerapkan teknik 3R dalam menangani sampah rumah tangga, dan ikut berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan sampah di TPS 3R.
Kata Kunci: Kepadatan Lalat, Teknik Pengelolaan Sampah