DETAIL DOCUMENT
PENGARUH LAMA TUMBUH GULMA ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) TERHADAP KUALITAS AIR IRIGASI PERTANIAN YANG TERCEMAR LIMBAH PENYAMAKAN KULIT DI SUKAREGANG GARUT
Total View This Week0
Institusion
Universitas Siliwangi
Author
SOPANDI UTAMI, MELIYANTI
Subject
S Agriculture (General) 
Datestamp
2019-09-12 01:25:59 
Abstract :
Eceng gondok adalah gulma air yang banyak menyebabkan permasalahan seperti mengurangi jumlah air secara signifikan karena proses transpirasi, menghambat laju irigasi, sarang hama dan penyakit. Pengendalian eceng gondok dapat dilakukan dengan memanfaatkannya menjadi tumbuhan hyperakumulator yang mampu memperbaiki kualitas air irigasi pertanian yang tercemar. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh lama tumbuh eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) terhadap kualitas air irigasi pertanian yang tercemar limbah penyamakan kulit di Sukaregang Garut. Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret sampai dengan April 2019 di Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola satu faktor diulang sebanyak 5 kali. Dengan perlakuan lama tumbuh eceng gondok yaitu: 3 hari, 6 hari, 9 hari, 12 hari dan 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama tumbuh eceng gondok selama 15 hari menunjukkan pengaruh paling baik dalam mengurangi kekeruhan dan pH air tercemar limbah. Namun tidak ditemukan lama tumbuh eceng gondok yang berpengaruh paling baik untuk mengurangi kandungan Na, temperatur, TDS, dan DHL, karena adanya aktivitas evapotranspirasi, serta tidak dilakukannya pemotongan bagian eceng gondok yang membusuk dan penambahan air pada ember perlakuan untuk menjaga volume awal air sebagai upaya dalam mengurangi pengaruh dari evapotranspirasi. Kata kunci: Gulma eceng gondok, kualitas air irigasi pertanian, limbah penyamakan kulit, fitoremediasi. 
Institution Info

Universitas Siliwangi