Abstract :
ANALISIS NUMERIK STABILITAS TEROWONGAN NANJUNG
KABUPATEN BANDUNG
Anne Untari1
, Empung2
, M Syarif Al-Huseiny2
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Siliwangi
Jalan Siliwangi No 24 Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
Email: anne.untari@gmail.com
ABSTRAK
Terowongan Air Nanjung merupakan terowongan kembar pengelak air yang
berada di sekitar Curug Jompong, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.
Terowongan air ini memiliki panjang 2 x 230 m dan diameter 2 x 9,2 meter yang
berfungsi mengalirkan air untuk mengurangi banjir akibat meluapnya sungai
Citarum. Bangunan terowongan perlu analisis terhadap stabilitasnya untuk
mengidentifikasi tingkat keamanan bangunan. Dalam studi ini dilakukan analisis
perhitungan terhadap pembebanan dengan empat kombinasi pembebanan yaitu
kondisi setelah dibangun, kondisi setelah dibangun terjadi gempa, kondisi saat
terowongan beroperasi, dan kondisi saat terowongan beroperasi terjadi gempa. Dari
hasil kombinasi pembebanan, dilakukan perhitungan momen dan lintang
menggunakan metode Beggs. Hasil perhitungan didapat momen maksimum sebesar
591,658 ton.m dan lintang maksimum 413,011 ton. Untuk memodelkannya,
digunakan program komputer Midas GTS NX. Berdasarkan momen ultimate
620,429 kNm, tulangan yang digunakan yaitu D32?130 dan D29?110.
Kata kunci: terowongan air, kombinasi pembebanan, momen maksimum,
penulangan.