Abstract :
ANALISIS KERUSAKAN JALAN PADA PERKERASAN LENTUR
JALAN NASIONAL II MALANGBONG KABUPATEN GARUT STA
159+885 SAMPAI STA 165+885
(STUDI KASUS: RUAS JALAN NASIONAL II MALANGBONG
KABUPATEN GARUT)
Rizky Rahmansyah1), Herianto2) dan Mohammad Syarif Al-Huseiny3)
1,2,3Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Siliwangi
Email : rizky.rahmansyah59@gmail.com
Abstrak
Kinerja perkerasan merupakan kondisi perkerasan yang dapat memberikan
pelayanan kepada pemakai jalan selama kurun waktu perencanaan tertentu. Ruas Jalan
Nasional II Malangbong, Garut merupakan jalan penghubung antara Kabupaten Garut
dengan Kabupaten Bandung Timur. Keruskan yang terjadi pada ruas terseut antara lain
kerusakan Sungkur (Shoving), Lubang (Pothles), Retak Halus (Hair Crack), Alur (Rutting),
Pelepasan Butir, Jembul (Upheaval). Jalan ini yang dilewati oleh setiap kendaraan, baik itu
kendaraan ringan maupun kendaraan berat yang melebihi beban (Overload) dari kelas jalan
yang sudah ditetapkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendaraan berat yang menyebabkan
kerusakan pada jalan Nasional II Malangbong dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
kendaraan berat dengan muatan normal dan kendaraan berat yang berlebih (Overload),
pada masing-masing kendaraan tersebut berbeda nilai Vechicle Damage Factor (VDF),
adapun kendaraan berat yang banyak menyebabkan kerusakan jalan pada ruas jalan
nasional II malangbong, Kab. Garut yaitu kendaraan berat dengan muatan yang melebihi
batas Muatan Sumbu Terberat (MST) jalan Nasional II Malangbong dengan jenis
kendaraan niaga dengan total beban normal 38.1416 ton dan total beban berlebih 144.862
ton. Dari hasil anlisa didapat umur rencana perkersan ruas jalan Nasional II Malangbong
Kab. Garut yang seharusnya 20 tahun pada awal perncanaan, menjadi 5 tahun bila dilalui
oleh kendaraan dengan muatan berlebih (Overload).
Kata Kunci : Beban Kendaraan.