Abstract :
ABSTRAK
PENGARUH PUPUK KOMPOS DENGAN DEKOMPOSER YANG
BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI
(Brassica juncea L.)
Oleh
Nowitd Arhandwika Pratomo
NPM 175001081
Dosen Pembimbing:
Yaya Sunarya, Ir., M.Sc. H. Amir Amilin, Ir., M.P. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman sawi hijau (Brassica
juncea L.) adalah melalui pemupukan. Pemupukan adalah pemberian pupuk untuk
menambah persediaan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Salah satu
pupuk yang biasa digunakan adalah kompos. Kompos merupakan hasil dari
dekomposisi bahan organic yang umumnya berlangsung dengan bantuan
mikroorganisme pengurai. Selain mikroorganisme yang terdapat di tanah, proses
dekomposisi bahan organik dapat dibantu dengan aplikasi mikroorganisme lokal
atau sering disebut MOL sebagai dekomposer. Penelitian dengan tujuan
mengetahui MOL yang paling baik untuk menghasilkan pertumbuhan dan hasil
tanaman sawi hijau telah dilaksanakan di Kelurahan Mugarsari, Kecamatan
Tamansari, Kota Tasikmalaya pada bulan Oktober hingga November 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) diulang sebanyak
lima kali dengan perlakuan A (tanpa dekomposer), B (EM4), C (MOL nasi basi), D (MOL tomat busuk), dan E (MOL bonggol pisang). Data analisis dengan
menggunakan sidik ragam dengan Uji F dan dilanjutkan dengan Uji Jarak
Berganda Duncan dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
aplikasi dekomposer yang berbeda berpengaruh tidak nyata pada parameter tinggi
tanaman, jumlah daun, berat brangkasan, dan berat bersih tanaman sawi. Kata kunci: Sawi hijau, kompos, dekomposer