Abstract :
ABSTRAK
Salah satu bentuk perkembangan teknologi dalam bidang konstruksi adalah
Building Information Modeling (BIM). Implementasi BIM pada proyek dapat
membuat proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian proyek menjadi lebih
efisien khususnya pada tahap perencanaan estimasi biaya dan penjadwalan. Secara
tradisional, tahap quantity takeoff untuk melakukan estimasi biaya dan waktu
proyek dilakukan secara manual menggunakan gambar kerja sehingga
membutuhkan waktu pengerjaan yang lama dan sangat rentan terjadi kesalahan
perhitungan yang dapat berdampak pada aspek biaya dan waktu proyek.
Penggunaan BIM dapat menjadi jalan keluar untuk permasalahan pada proyek
seperti reworks, miskomunikasi atau efisiensi quantity takeoff. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui estimasi biaya dan waktu dari implementasi 5D BIM
pada elemen struktural dan arsitektural proyek gedung dengan menggunakan
bantuan perangkat lunak Autodesk Revit sebagai BIM authoring tools dan
Autodesk Navisworks Manage sebagai BIM integration tools. Studi ini diawali
dengan mengembangkan gambar kerja 2D ke dalam model 3D, diikuti dengan
menyusun dan mengintegrasikan schedule dengan model 3D dan diakhiri dengan
menghitung dan membandingkan estimasi biaya dari hasil quantity takeoff model
3D BIM dengan estimasi biaya proyek eksisting yang dihitung secara konvensional.
Dari hasil penjadwalan pada Microsoft Project dan Autodesk Navisworks didapat
hasil pelaksanaan proyek selama 189 hari, sedangkan quantity takeoff berbasis BIM
untuk pekerjaan struktur didapat hasil yang lebih sedikit dari bill of quantity proyek
dengan selisih 5,86% untuk volume beton dan 5,59% untuk volume tulangan.
Kata Kunci : Building Information Modeling, quantity takeoff, estimasi biaya.