DETAIL DOCUMENT
PENGARUH SHOPPING LIFESTYLE DAN PROMOSI PENJUALAN TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF DENGAN MINAT BELI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Kasus Pengguna ShopeePay)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Siliwangi
Author
Yulinar, Ine
Subject
HB Economic Theory 
Datestamp
2023-03-30 03:17:42 
Abstract :
ABSTRAK Ine Yulinar. 2023. Pengaruh Shopping Lifestyle dan Promosi Penjualan Terhadap Pembelian Impulsif Dengan Minat Beli Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Pengguna ShopeePay): Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Siliwangi. Pembelian impulsif adalah perilaku pembelian yang dilakukan secara spontan atau tidak terencana. Yang menjadi dampak negatif dari pembelian impulsif adalah banyaknya barang yang dibeli namun tidak terpakai karena didasari pengaruh emosi, yang kemudian berujung pada rasa penyesalan pasca pembelian sehingga terjadilah pemborosan. Perilaku tersebut bertentangan dengan etika konsumsi islami yang melarang pemborosan dan kemubaziran. Berdasarkan studi pendahuluan, perilaku pembelian impulsif ini terjadi pada pengguna ShopeePay. padahal seharusnya keberadaan e-wallet di era society 5.0 ini memberikan efisiensi waktu dalam bertransaksi, bukan malah mengakibatkan mereka terjebak pembelian impulsif akibat tidak dapat mengendalikan diri dan mempengaruhi masalah finansial mereka. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh shopping lifestyle dan promosi penjualan terhadap pembelian impulsif melalui minat beli pada pengguna ShopeePay. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) menggunakan software SmartPLS 3.0. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pengguna ShopeePay dari berbagai usia dan wilayah sebanyak 230 responden. Analisis data dan uji hipotesis yang digunakan yaitu outer model dan inner model. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh: 1) shopping lifestyle berpengaruh terhadap minat beli dengan nilai t-statistik 3.748 > 1.96 dan p value 0.000 < 0.05. 2) promosi penjualan berpengaruh terhadap minat beli dengan nilai t-statistik 3.933 < 1.96 dan p value 0.000 < 0.05. 3) shopping lifestyle tidak berpengaruh terhadap pembelian impulsif dengan nilai t statistic 0.946 < 1.96 dan p value 0.344 > 0.05. 4) promosi penjualan berpengaruh terhadap pembelian impulsif dengan nilai t?statistik 2.135 > 1.96 dan p value 0.033. 5) minat beli berpengaruh terhadap pembelian impulsif dengan nilai t-statistik 5.152 > 1.96 dan p value 0.000 < 0.05. 6) shopping lifestyle berpengaruh terhadap pembelian impulsif melalui minat beli dengan nilai t-statistik 2.946 > 1.96 dan p value 0.003. 7) promosi penjualan berpengaruh terhadap pembelian impulsif melalui minat beli dengan nilai t-statistik 2.982 > 1.96 dan p value 0.003 < 0.05. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah minat beli (Z) mampu memediasi variable shopping lifestyle (X1) dan promosi penjualan (X2) terhadap pembelian impulsif (Y) maka hipotesis diterima. Kata Kunci: Shopping lifestyle, Promosi, Minat Beli, Pembelian Impulsif 
Institution Info

Universitas Siliwangi