Abstract :
ABSTRAK
Ine Yulinar. 2023. Pengaruh Shopping Lifestyle dan Promosi Penjualan
Terhadap Pembelian Impulsif Dengan Minat Beli Sebagai Variabel
Intervening (Studi Kasus Pengguna ShopeePay): Program Studi
Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Siliwangi.
Pembelian impulsif adalah perilaku pembelian yang dilakukan secara
spontan atau tidak terencana. Yang menjadi dampak negatif dari pembelian
impulsif adalah banyaknya barang yang dibeli namun tidak terpakai karena didasari
pengaruh emosi, yang kemudian berujung pada rasa penyesalan pasca pembelian
sehingga terjadilah pemborosan. Perilaku tersebut bertentangan dengan etika
konsumsi islami yang melarang pemborosan dan kemubaziran. Berdasarkan studi
pendahuluan, perilaku pembelian impulsif ini terjadi pada pengguna ShopeePay.
padahal seharusnya keberadaan e-wallet di era society 5.0 ini memberikan efisiensi
waktu dalam bertransaksi, bukan malah mengakibatkan mereka terjebak pembelian
impulsif akibat tidak dapat mengendalikan diri dan mempengaruhi masalah
finansial mereka. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana
pengaruh shopping lifestyle dan promosi penjualan terhadap pembelian impulsif
melalui minat beli pada pengguna ShopeePay.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis
Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) menggunakan
software SmartPLS 3.0. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Populasi dan
sampel dalam penelitian ini adalah pengguna ShopeePay dari berbagai usia dan
wilayah sebanyak 230 responden. Analisis data dan uji hipotesis yang digunakan
yaitu outer model dan inner model.
Berdasarkan hasil analisis data diperoleh: 1) shopping lifestyle berpengaruh
terhadap minat beli dengan nilai t-statistik 3.748 > 1.96 dan p value 0.000 < 0.05.
2) promosi penjualan berpengaruh terhadap minat beli dengan nilai t-statistik 3.933
< 1.96 dan p value 0.000 < 0.05. 3) shopping lifestyle tidak berpengaruh terhadap
pembelian impulsif dengan nilai t statistic 0.946 < 1.96 dan p value 0.344 > 0.05.
4) promosi penjualan berpengaruh terhadap pembelian impulsif dengan nilai t?statistik 2.135 > 1.96 dan p value 0.033. 5) minat beli berpengaruh terhadap
pembelian impulsif dengan nilai t-statistik 5.152 > 1.96 dan p value 0.000 < 0.05.
6) shopping lifestyle berpengaruh terhadap pembelian impulsif melalui minat beli
dengan nilai t-statistik 2.946 > 1.96 dan p value 0.003. 7) promosi penjualan
berpengaruh terhadap pembelian impulsif melalui minat beli dengan nilai t-statistik
2.982 > 1.96 dan p value 0.003 < 0.05.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah minat beli (Z) mampu
memediasi variable shopping lifestyle (X1) dan promosi penjualan (X2) terhadap
pembelian impulsif (Y) maka hipotesis diterima.
Kata Kunci: Shopping lifestyle, Promosi, Minat Beli, Pembelian Impulsif