Abstract :
ABSTRAK
FUAD ALI ZAM-ZAM. 2020. ?Zonasi Rawan Bencana Longsor Lahan di
Desa Sepatnunggal Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya?.
Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidika Universitas
Siliwangi Tasikmalaya
Penelitian ini mempunyai latar belakang bahwa Desa Sepatnunggal
sebagian besar merupakan wilayah dengan kondisi kemiringan lereng yang sanat
curam. Intensitas curah hujan yang tinggi dan penggunaan lahan yang tidak sesuai
dengan kondisi kemiringan lereng menyebabkan kondisi Desa Seoatnunggal
sangat rawan terjadi bencana Longsor lahan. Salah satu upaya yang dapat
dilakukan untuk mengurangi dampak bencana longsor lahan yang terjadi adalah
pembuatan peta zonasi rawan bencana longsor lahan di Desa Sepatnunggal
Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya. Permasalahan yang dikaji dalam
penelitian ini adalah Faktor-faktor aoa saja yang menyebabkan terjadinya bencana
longsor lahan di Desa Sepatnunggal dan penzonasian rawan bencana longsor
lahan di Desa Sepatnunggal Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya.
Metode digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif
dengan teknik pengumpulan data melalui observasi , wawancara, kuisioner, studi
documenter dan studi literature. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
masyarakat Desa Sepatnunggal yang berjumlah 1191 KK. Pengambilan sampel
pada penelitian ini menggunakan sampel purposive sampling yang ditunjukan
kepada Kepala Desa Sepatnunggal dan Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya
kemudian menggunakan sampling kouta dengan mengambil 4% dari jumlah KK
dari setiap Dusun di Desa Sepatnunggal. Teknik analisis yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu analisis kuantitatif sederhana dan , analisis skoring terhadapa
faktor-faktor penyebab terjadinya bencana longsor lahan serta teknik analisis
overlay peta dengan menggunakan perangkat lunak Arcgis 10.8. hasil penelitian
ini menunjukan bahwa faktor-faktor terjadinya bencana longsor di Desa
Sepatnunggal yaitu kemiringan lereng yang sangat curam dengan kemiringan
lereng yang paling dominan 15°-30° dan 30°-45° dengan luas 320,14 Ha dan
204,21 Ha, kemudian intensitas curah hujan yang tinggi dengan intensitas 3823,46
mm/tahun. Dengan kondisi geologi yang merupakan kedalam batuan sedimen dan
batuan vulkanik jenis tanah yang peka terhadap longsor dan penggunaan lahan
yang tidak sesuai dengan kemiringan lereng di Desa Sepatnunggal. Zonasi rawan
bencana longsor lahan di Desa Sepatnunggal berdasarkan analisis overlay dan
skoring terbagi menjadi tiga zona rawan bencana longsor yakni zona sangat
rawan, zona rawan dan zona cukup rawan adapun zona sangat rawan seluas 56 Ha
atau 7,47 % dari luas keseluruhan Desa Sepatnunggal, zona rawan seluas 537,8
Ha atau 71,71% dari luas keseluruhan Desa Sepatnunggal dan zona cukup rawan
seluas 156,20 Ha atau 20,83 % dari luas Desa Sepatnunggal.
Kata Kunci : Zonasi, Kawasan Rawan Bencana, Longsor Lahan, Desa
Sepatnunggal