Abstract :
PT PLN (Persero) Udiklat Tuntungan memiliki kewajiban mengelola sampah yang dihasilkan, Sumber sampah yang dihasilkan berasal dari kantor dan kelas, mess dan asrama, taman dan jalan serta ruang makan. Kondisi pengelolaan sampah yang selama ini dilakukan di PT PLN (Persero) Udiklat Tuntungan dinilai belum optimal. Hal ini ditandai dengan tersedianya tempat sampah 3 jenis namun sampah yang dihasilkan masih tercampur, seluruh sampah yang dihasilkan dikumpulkan pada lahan terbuka, sehingga belum dilakukan pemanfaatan kembali sampah. Tujuan penelitian adalah menghitung timbulan dan komposisi, merencanakan teknik operasional dan merencankan desain TPST. Metode pengukuran timbulan dan komposisi sampah menggunakan SNI 19-3964-1994. Hasil studi menunjukan bahwa timbulan sampah berdasarkan daya tampung maksimum yang dihasilkan PT PLN (Persero) Udiklat Tuntungan adalah 210,10 kg/hari atau 1.752,23 l/hari dengan komposisi sampah yang dihasilkan secara keseluruhan adalah sisa makanan 11,20%, kayu dan sampah tanaman 65,07%, kain/tekstil 1,59%, karet 1,26%, plastik 10,80%, logam 0,75%, kaca/gelas 1,14%, kertas 5,34%, tisu 1,29%, dan styrofoam 1,56%. Teknik operasional sampah yang akan direncanakan dimulai dari pewadahan menggunakan bin 20L akan dibedakan menjadi 5 jenis yaitu organik, plastik, kertas, lain-lain dan bahan berbahaya dan beracun (B3), serta ditempatkan 1 kontainer sampah ukuran 120L untuk sampah dari ruang makan. Pengumpulan dan pemindahan menggunakan transfer depo 660L. Pengangkutan sampah menggunakan motor sampah kapasitas 1 m3. TPST PT PLN (Persero) Udiklat Tuntungan memiliki luas bangunan 102 m2. Dengan rincian luas bangunan yaitu ruang pengomposan (78 m2), ruang pemilahan sampah plastik dan kertas serta ruang penyimpanan sementara limbah B3 (12 m2), ruang sampah lain-lain (12 m2). Rincian anggaran biaya yang diperlukan dalam perencanaan pengelolaan sampah di PT PLN (Persero) Udiklat Tuntungan adalah Rp84.340.000,-