Abstract :
Penelitian ini membahas tentang pengaruh kebijakan imigrasi terbuka terhadap kemunculan populisme sayap kanan (Pegida) di Jerman tahun 2014-2016. Krisis imigran yang terjadi di Eropa menyebabkan pemerintahan negara-negara Eropa menutup pintu perbatasan mereka terhadap kedatangan para imigran. Namun pada saat yang bersamaan Jerman membuat kebijakan open door policy yang berarti membuka pintu perbatasan, menerima dan menfasilitasi kehidupan imigran secara gratis di negara itu.
Penelitian ini menggunakan paradigma liberal dengan teori-teori pendukung yaitu kebijakan imigrasi terbuka dan populisme sayap kanan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan tingkat analisis campuran yaitu negara, individu dan komunitas internasional. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa study pustaka dan berjenis penelitian study kasus.
Penelitian ini menemukan bahwa kebijakan imigrasi terbuka di Jerman tahun 2014-2016 telah menyebabkan kedatangan imigran secara besar-besaran ke negara tersebut, sehingga menimbulkan sentimen anti imigran. Hal itu mempengaruhi munculnya gerakan sosial kelompok populisme sayap kanan yang bernama Pegida.
Keyword: Open Door Policy, Imigran, Pegida, Populisme