Abstract :
Diplomasi pertahanan yang telah dilakukan oleh SBY terhadap 10 tahun masa
pemerintahannya, memang berhasil meningkatkan frekuensi kerjasama antara
Indonesia dan Amerika Serikat. Selain karena bergesernya orientasi politik luar
negeri Amerika Serikat dari Timur Tengah ke Indonesia, keberhasilan ini juga
didukung oleh faktor idiosinkratik seorang SBY yang memiliki kedekatan latar
belakang dengan Amerika Serikat. Namun terhadap peningkatan kapasitas militer
Indonesia secara keseluruhan, diplomasi pertahanan SBY belum cukup maksimal
untuk menghasilkan peningkatan secara signifikan, mulai dari peningkatan
kapasitas alutsista Indonesia hingga pembangunan industri pertahanan dalam
negeri. Posisi tawar Indonesia terhadap Amerika Serikat masih lemah, sehingga
berbagai ancaman dari keberadaan Amerika Serikat di kawasan Asia Pasifik
masih menganggu Indonesia. Maka kedepan, peningkatan jumlah kerjasama
kedua negara harus benar-benar peningkatan kapasitas militer Indonesia secara
maksimal, terutama di beberapoa sektor strategis yang cukup vital, seperti
peningkatan Minimum Essential Forces (MEF), Industri Pertahanan dan
keamanan wilayah perbatasan Indonesia, mengingat Amerika Serikat, sebagai satu
negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia, sejauh ini masih merupakan
partner terbesar Indonesia dalam bidang pertahanan, sehingga manfaat besar harus
mampu diraih oleh Indonesia.