DETAIL DOCUMENT
Sensor Internet dan Tingkat Kebebasan Berpendapat di Negara Demokrasi (Studi Kasus: Kebijakan NetzDG di Jerman tahun 2017-2018)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bakrie
Author
Rahmatullah, Dhieya Ulhaq Maulida
Subject
Political institutions (Europe) 
Datestamp
2019-08-22 06:43:16 
Abstract :
Insiden ujaran kebencian melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter marak terjadi saat ini khususnya di negara-negara demokratis. Fenomena global ini tentu saja mengancam keamanan dan keselamatan negara sehingga negara harus berperan dalam mencegah kerugian lebih lanjut. Jerman sebagai salah satu negara demokratis menerapkan kebijakan NetzDG sebagai bentuk sensor internet untuk mengatasi permasalahan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh kebijakan NetzDG terhadap tingkat kebebasan berpendapat dalam mengatasi insiden ujaran kebencian daring di Jerman dengan menggunakan pandangan hegemoni negara. Kebijakan ini dilatarbelakangi oleh beberapa motivasi yaitu krisis pengungsi di Jerman sejak awal tahun 2015, angka kriminalitas yang meningkat serta tingginya kejahatan rasial terhadap para pengungsi/migran. Kebijakan ini juga dilatarbelakangi motif khusus institusi politik domestik untuk menghambat perkembangan gerakan kelompok sayap kanan sekaligus sebagai strategi kampanye partai pemerintah yang berkuasa. Penelitian ini menghasilkan bahwa kebijakan NetzDG memengaruhi penurunan tingkat ujaran kebencian daring dari tahun 2017-2018. Begitu pula dengan indeks kebebasan berpendapat Jerman yang cenderung stabil meskipun memang ada penurunan khususnya pada tahun 2017 yang disebabkan oleh adanya beberapa kasus yang terjadi. 
Institution Info

Universitas Bakrie