Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan inovasi layanan publik berbasis aplikasi yaitu pada Aplikasi Pendaftaran Antrian Paspor Online (APAPO) di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi dapat meningkatkan kualitas pelayanan pembuatan paspor serta menciptakan wajah baru dari birokrasi pelayanan keimigrasian. Data yang dipergunakan adalah data dari hasil penelitian lapangan serta wawancara mendalam terhadap beberapa informan yang ahli dibidangnya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitiandilaksanakan pada Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi.Teknik pengumpulandata yang digunakan, yaitu: wawancara mendalam, studi dokumen dan observasi. Data dianalisismelalui tahapan reduksi data, penyajian data, pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan inovasi layanan APAPO dalam pelayanan permohonan pembuatan paspor, sudah mencapai kategori baik dilihat dari aspek Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), kemudian aspek Sumber Daya Manusia (SDM) bahwa kualifikasi pegawai yang ada sesuai dengan kebutuhan organisasi, kedisiplinan dan tanggungjawab pegawai sudah baik, aspek Sistem dan Prosedur bahwa umumnya dapat diselesaikan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Dalam penelitian ini, juga terdapat beberapa temuan sebagai faktor penghambat dalam pelaksanaan APAPO. Melalui penelitian ini, dilakukan verifikasi terhadapbeberapa konsep dan teori, yaitu Birokrasi sebagai salah satu sarana paling rasional untuk pelaksanaan kontrol atas tindakan manusia yang dikemukakan oleh Max Weber, dan menggunakan konsep Inovasi merupakan ide kreatif teknologi atau cara baru dalam teknologi pelayanan yang dikemukakan oleh Stephen Robbins.
Kata Kunci: Birokrasi, Pelayanan Publik, Inovasi, Aplikasi, Teknologi