Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan varietas padi dan lama
fermentasi terhadap perubahan kandungan total senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan
dari bekatul. Bekatul yang digunakan berasal dari beberapa varietas padi, yaitu varietas
Inpari 6, Inpari 30, dan Inpara 1. Kapang yang digunakan ialah Rhizopus oligosporus.
Analisis yang dilakukan adalah Total Phenolic Content (TPC) dan aktivitas antioksidan.
Perbedaan varietas padi dan waktu fermentasi menunjukkan nilai TPC dan aktivitas
antioksidan yang berbeda. Nilai TPC dari bekatul fermentasi yang diperoleh sebesar 198-
260 mg GAE/ 100 g BK, menunjukkan peningkatan antara 14-28 % dibandingkan bekatul
non-fermentasi (kontrol) hingga periode fermentasi selama 96 jam. Radical Scavenging
Activity (RSA) dari bekatul fermentasi yang diperoleh sebesar 70-84 % dengan nilai
Ascorbic Acid Equivalent Antioxidant Capacity (AEAC) sebesar 195-234 mg asam
askorbat/ 100 g BK. Aktivitas antioksidan bekatul fermentasi menunjukkan peningkatan
antara 7-17 % untuk RSA dan 8-20 % untuk AEAC dibandingkan bekatul non-fermentasi
(kontrol). Nilai TPC menunjukkan korelasi yang positif dengan nilai RSA dan AEAC.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan senyawa fenolik dan aktivitas
antioksidan bekatul dapat ditingkatkan dengan fermentasi menggunakan kapang R.
oligosporus.