Abstract :
Ibadah umrah merupakan salah satu ibadah yang diinginkan oleh seluruh umat muslim. Dalam praktiknya, perjalanan ibadah umrah memiliki beberapa permasalahan. Salah satunya kasus penipuan yang terjadi di Indonesia beberapa
tahun kebelakangan. Berangkat dari permasalahan tersebut penelitian ini menjelaskan perspektif fenomenologi calon jemaah dan jemaah dalam memaknai biro perjalanan umrah pasca kasus penipuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menganalisis bagaimana perspektif calon jemaah dan jemaah berdasarkan teori fenomenologi Alfred Schutz berkaitan dengan fenomena biro perjalanan umrah pasca kasus penipuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang dilakukan melalui wawancara mendalam dan data sekunder
melalui studi pustaka, dokumentasi, dan jurnal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa calon jemaah dan jemaah memaknai biro perjalanan umrah sebagai jembatan atau fasilitator, dengan adanya kasus penipuan tersebut, cukup mempengaruhi persepsi mereka terhadap biro perjalanan umrah. Namun, tidak mempengaruhi niat jemaah untuk berumrah.