Abstract :
Penelitian ini bertujuan menganalisis postur kerja pada proses trimming untuk
mengurangi risiko musculoskeletal disorders dengan mengetahui nilai RULA
untuk setiap kegiatan yang bersifat statis dan repetitif dalam proses trimming dan
mengetahui nilai aktivitas yang menjadi prioritas dari tingkat risiko tertinggi.
Metode yang digunakan untuk menganalisis posisi dan sikap kerja adalah metode
Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Metode RULA digunakan untuk
memperkirakan terjadinya gangguan musculoskeletal, kemudian untuk
mengetahui analisis keluhan subjektif digunakan kuesioner Nordic Body Map
(NBM). Berdasarkan hasil kuesioner NBM ditemukan bahwa pekerja
mengeluhkan agak sakit sebanyak 50% pada pergelangan tangan kanan dan kiri.
Selain itu, 33% pekerja mengeluhkan rasa sakit pada punggung, pinggang dan
lengan atas kanan, serta 16% dari para pekerja mengeluhkan rasa sakit sekali pada
bahu kanan dan kiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari lima kegiatan
yang diteliti terdapat dua kegiatan yang memiliki level risiko sedang (medium)
dan tiga kegiatan yang memiliki level risiko high. Untuk itu dilakukan usulan
perbaikan pada tiga postur yang memiliki risiko high dengan prioritas yaitu pada
postur proses Dehiding / Pengulitan, pemindahan daging ke alat bantu hoist dan
Eviscerating / Pengeluaran organ pencernaan dan isi rongga dada. Untuk usulan
perbaikan pada penelitian ini adalah rekayasa teknik berupa alat bantu yang dapat
menurunkan tingkat risiko Musculoskeletal Disorders.
Kata kunci: Rapid Upper Limb Assessment (RULA), Musculoskeletal Disorders,
Nordic Body Map (NBM), Trimming