Abstract :
Penelitan ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Internet Financial Reporting, tingkat pengungkapan informasi berbasis website, dan jumlah saham yang beredar terhadap frekuensi perdagangan saham. Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan Sub Sektor Aneka Industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016-2018 yang berjumlah 108 perusahaan dan sampel yang digunakan berjumlah 36 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan menggunakan software SPSS 24. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Internet Financial Reporting tidak berpengaruh terhadap frekuensi perdagangan saham. Sedangkan tingkat pengungkapan informasi berbasis website dan jumlah saham yang beredar berpengaruh terhadap frekuensi perdagangan saham.