Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk membahas sikap OKI (Organisasi Kerjasama Islam) dalam merespons krisis kemanusiaan yang terjadi di Xinjiang, Tiongkok. Krisis kemanusiaan terhadap etnis Uighur ini dibuktikan dengan dibangunnya kamp-kamp khusus oleh Pemerintah Tiongkok untuk “mengedukasi kembali†ratusan ribu etnis Uighur. Mereka dibentuk menjadi tenaga kerja industri yang loyal terhadap Pemerintah dan dipaksa untuk meninggalkan kultur serta bahasa aslinya. Pembahasan mengenai topik ini dibatasi dalam periode tahun 2018. Hal ini dikarenakan tahun 2018 menjadi awal dari pengeksposan mengenai adanya kamp-kamp khusus di Xinjiang yang dinilai peneliti sebagai bukti adanya krisis kemanusiaan yang terjadi terhadap etnis Uighur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Analisis akan dilakukan dengan mengkaji sikap OKI dalam merespons krisis kemanusiaan Uighur menggunakan paradigma neorealisme dan konsep pilihan rasional yang dikonsep oleh Jan de Jonge. Melalui analisis tersebut, terdapat beberapa temuan yang ditemukan. Beberapa temuan tersebut ialah sikap OKI yang sangat moderate dalam merespons krisis kemanusiaan Uighur yang disebabkan pilihan rasional OKI yang ditentukan dari faktor keuangan, hukum dan emosional.