Institusion
Universitas Bakrie
Author
Pratiwi, Luthfiaqmar Rizky
Subject
Water Treatment and Conditioning
Datestamp
2019-08-27 08:27:10
Abstract :
Kota DKI Jakarta khususnya wilayah Barat, Selatan dan Pusat memiliki penduduk 5.636.400 jiwa berdasarkan data BPS 2017. Dengan jumlah penduduk yang cukup tinggi dan akan bertambah setiap tahunnya, diperkirakan bahwa timbulan limbah yang ada di DKI Jakarta akan sebanding dengan jumlah penduduknya yang tinggi. Hingga tahun 2019 ini, Timbulan lumpur tinja yang terbentuk hanya dapat tertampung sektiar 13% di kapasitas IPLT Duri Kosambi. Kondisi IPLT Duri Kosambi saat ini hanya mampu menampung timbulan lumpur tinja sebesar 300 m3/hari untuk unit konvensiomal. Hasil evaluasi terhadap beberapa parameter menunjukkan bahwa konsentrasi BOD, COD, Amoniak dan Total Coliform effluent IPLT belum memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan yakni Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.68/Menlhk/Setjen/Kum/I/8/2016. Setelah dilakukan evaluasi desain IPLT, terlihat bahwa secara umum desain IPLT tidak sesuai dengan kriteria desain, yaitu tidak adanya kolam stabilisasi lumpur dan kolam penampung lumpur (Sludge Dryng Bed). Seiring bertambahnya jumlah penduduk DKI Jakarta, penambahan kapasitas IPLT sangat dibutuhkan, Oleh sebab itu perlu dilakukan penambahan kapasitas dan re-design unit pengolahan konvensional IPLT Duri Kosambi. Konfigurasi unit konvensional IPLT Duri Kosambi setelah dilakukan re-design secara berurutan terdiri dari kolam aerobik, kolam anaerobik 1, kolam anaerobik 2, kolam fakultatif 1, kolam fakultatif 2, kolam maturasi, kolam final maturasi dan penambahan kolam penampungan lumpur unit konvensional (Sludge Drying Bed).