Abstract :
Body shaming merupakan fenomena yang kerap terjadi, terutama dalam lingkungan kampus. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui interaksi simbolik korban body shaming di lingkungan kampus. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interaksi simbolik George Herbert Mead. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan wawancara mendalam dengan para informan. Interaksi simbolik yang dilakukan oleh korban body shaming dalam lingkungan kampus berdasarkan pikiran (mind), diri (self), dan interaksinya dalam masyarakat (society). Hasil penelitian ini adalah dari segi pikiran (mind) korban body shaming merespon secara verbal yaitu melempar balik kata-kata body shaming tersebut kepada pelaku, secara non verbal dengan rasa kesal, amarah, dan hanya mengacuhkan saja. Diri (self) seorang korban body shaming memandang dirinya sebagai orang yang normal sebagaimana adanya (I) dan juga terkadang diri mereka terbentuk dari penilaian orang lain (me). Dalam masyarakat (society), korban body shaming berinteraksi sesuai dengan kedekatannya dalam keluarga dan teman di sekitarnya. Apabila korban dekat dengan keluarga dan teman, cenderung akan terus berpikiran positif dan mengacuhkan perlakuan body shaming tersebut karena ia mendapatkan dukungan.