DETAIL DOCUMENT
Kekerasan Simbolik Terhadap Perempuan Dalam Film I Feel Pretty
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bakrie
Author
Ervina, Vida
Subject
Mass Media 
Datestamp
2019-08-26 12:06:59 
Abstract :
Media massa bukan hanya memiliki fungsi untuk menghibur tetapi juga dapat membentuk kepercayaan dan budaya, media menggambarkan perempuan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh media. Dan membuat pengkategorian antara cantik dan tidak cantik. Media mendikte perlakuan yang diterima oleh sicantik dan tidak cantik. Salah satu produk media massa yang sangat berperan dalam pembentukan budaya dan keyakinan masyarakat adalah film. Media massa audio dan visual ini banyak diminati oleh khalayak. Salah satunya adalah film I Feel pretty. Film yang menceritakan seorang gadis yang merasa dirinya tidak cantik dan kurang percaya diri. Peneliti menggunakan analisis semiotika Roland Barthes untuk menganalisis adanya kekerasan simbolik dalam film feel Pretty. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekerasan simbolik dalam adegan-adegan film I feel Pretty dengan menggunakan teori kekerasan simbolik Pierre Bourdieu. Hasil dari penelitian ini adalah habitus yang disajikan media membuat penonton percaya dan meyakini apa yang ditampilkan dan mengganggap kekerasan simbolik terhadap perempuan adalah sesuatu yang biasa dan wajar. 
Institution Info

Universitas Bakrie