DETAIL DOCUMENT
Peran Republik Korea sebagai Negara Middle Power dalam Upaya Meredakan Ketegangan di Semenanjung Korea
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bakrie
Author
Iskandar, Deka
Subject
Social Sciences (General) 
Datestamp
2020-02-02 00:21:57 
Abstract :
Krisis di Semenanjung Korea adalah salah satu masalah keamanan yang rumit di kawasan Asia Timur. Sejumlah kompleksitas keamanan regional di Asia Timur juga dianggap sebagai akar penyebab yang dapat meningkatkan ketegangan di Semenanjung. Masalah utama di Semenanjung Korea masih didominasi oleh program nuklir Korea Utara dan konfrontasi militer di Zona Demiliterisasi (DMZ). Di tengah-tengah wilayah yang relatif saling bertentangan, Republik Korea (ROK) telah muncul sebagai kekuatan menengah yang memainkan peran utama, terutama dalam berbagai varian masalah global yang luas dan mendukung tatanan internasional 'liberal'. Berdasarkan pendekatan posisional, ROK telah memenuhi kualifikasi sebagai kekuatan menengah berdasarkan kapasitas material yang mencakup kapasitas ekonomi, populasi, kekuatan militer, dan posisi geografis. Misalnya, ketika ekonominya meningkat secara drastis, ROK sekarang bergabung dengan G20 dan OECD. Selain itu, identitas middle power ROK juga mencerminkan kebijakan luar negeri dan strategi diplomasi. Dalam hal kapasitas militer, telah diposisikan di peringkat ke-12 sebagai kekuatan militer paling kuat di dunia. Karena keinginannya untuk menjadi ?good international citizen', ROK telah banyak berkontribusi pada perdamaian global dengan memperluas operasi pemeliharaan perdamaian (PKO). Penelitian ini menggunakan konstruktivisme sebagai pendekatan dasar, teori peran, dan konsep kekuatan menengah sebagai kerangka teoretis. Penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan bagaimana ROK memainkan perannya sebagai middle power dalam meredakan ketegangan di Semenanjung Korea. 
Institution Info

Universitas Bakrie