Abstract :
Beras merupakan komoditas yang paling tinggi konsumsinya di Indonesia. Mutu beras mempengaruhi harganya sehingga kelas mutu beras perlu dipastikan terutama dalam lingkup jual-beli di pasar, namun belum ada cara yang praktis untuk melakukan hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan suatu metode yang dapat digunakan dalam perancangan alat praktis yang dapat menentukan kualitas mutu beras berdasarkan hubungan antara derajat putih dan nilai warna beras. Varietas beras yang digunakan dalam penelitian ini adalah IR-64, IR-42, Pandan Wangi dan Rojolele. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah konversi serta pemodelan dengan regresi linear untuk tiap sampel beras yang diuji. Pemodelan dengan regresi linear menunjukkan koefisien korelasi antara nilai L* dengan derajat putih konversi beras pada jenis butir panjang sebesar 0,687 dan pada jenis butir pendek 0,701; sementara koefisien korelasi pada varietas IR-64, IR-42, Pandan Wangi dan Rojolele masing-masing sebesar 0,740, 0,500, 0,667 dan 0,635. Nilai warna untuk klasifikasi mutu berdasarkan derajat putih konversi dibuat dengan nilai L* sesuai dengan persamaan regresi, dengan nilai a* dan b* untuk varietas IR-64 adalah 0,3 dan 5,0; IR-42 0,8 dan 2,0; Pandan Wangi 0,5 dan 6,0; serta Rojolele 0,5 dan 5,0. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa ruang warna CIELAB lebih cocok sebagai alat proyeksi dibandingkan CIELCh, ditemukan juga adanya hubungan yang kuat antara derajat putih konversi beras dengan nilai L* namun tidak pada nilai a* dan b*, serta diporoleh rentang warna dalam koordinat CIELAB untuk tiap derajat mutu pada tiap varietas.