DETAIL DOCUMENT
Analisa Risiko Faktor Keterlambatan Pada Proyek Konstruksi
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bakrie
Author
Dwipratama, Abiyoga Adhitya
Subject
Management of engineering works 
Datestamp
2020-08-05 12:47:12 
Abstract :
Beberapa waktu terakhir ini pemerintah Indonesia maupun pihak swasta sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan baik gedung dan infrastruktur. Perkembangan dan pertumbuhan ini menuntuntut pelaku dibidang jasa konstruksi untuk mengutamakan kualitas dan efisiensi kerja yang mengacu pada biaya, kualitas dan waktu yang telah direncanakan. Namun masih banyak kendala yang menyebabkan biaya, kualitas dan waktu yang tidak sesuai dengan yang direncanakan. Salah satu penyebabnya adalah keterlambatan waktu proyek. Dari keterlambatan dapat menimbulkan ketidakpastian yang berakibat pada berbagai macam risiko. Akibat dari dampak risiko dapat mempengaruhi produktivias, prestasi, kualitas serta biaya dari suatu proyek. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi faktor keterlambatan pada proyek, mengevaluasi risiko pada proyek serta memberikan respon/mitigasi dari risiko tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan memberikan kuisioner serta mewawancara para responden dengan 54 variabel risiko yang telah di identifikasi. Dari analisis yang telah dilakukan, faktor keterlambatan proyek dibagi menjadi 3 yaitu, keuangan, teknis, dan koordinasi. Faktor keterlambatan proyek untuk tipe perusahaan kontraktor yang terbesar yaitu, kategori teknis dan koordinasi. Faktor keterlambatan proyek untuk tipe perusahaan konsultan yang terbesar yaitu, kategori teknis dan koordinasi. Faktor keterlambatan proyek untuk tipe perusahaan owner yang terbesar yaitu, kategori keuangan dan koordinasi. Menurut kontraktor, terdapat 8 risiko yang tidak dapat diterima (unacceptable), 36 risiko yang tidak diharapkan dan harus dihindari (undiserable), 8 risiko yang dapat diterima (acceptable), dan 2 risiko yang dapat diabaikan (negligible). Menurut konsultan, terdapat 5 risiko yang tidak dapat diterima (unacceptable), 44 risiko yang tidak diharapkan dan harus dihindari (undiserable), dan 5 risiko yang dapat diterima (acceptable). Menurut owner, terdapat 4 risiko yang tidak dapat diterima (unacceptable), 44 risiko yang tidak diharapkan dan harus dihindari (undiserable), dan 6 risiko yang dapat diterima (acceptable). Tindakan respon/mitigasi dalam penelitian ini dilakukan pada tingkat penerimaan risiko yang tidak dapat diterima (unacceptable) dan risiko yang tidak diharapkan serta harus dihindari (undiserable) yang dijelaskan pada tabel daftar risiko (risk register). 
Institution Info

Universitas Bakrie