Abstract :
Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, dengan
luasan wilayah ± 836,15 Km2
terdiri dari 19 Kecamatan dan 285 desa. Kabupaten
Pekalongan adalah daerah berpotensi tanah longsor, karena memiliki tingkat curah hujan
yang cukup tinggi dan struktur daerah banyak dataran tinngi. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk memetakan penyebaran kawasan rawan bencana tanah longsor dan
menentukan jalur evakuasi terdekat berdasarkan titik potensi terjadinya bencana tanah
longsor di Kabupaten Pekalongan. Bahan yang digunakan yaitu peta dasar Kabupaten
Pekalongan dalam berbagai layer. Analisis rawan bencana tanah longsor dilakukan dengan
menggunakan model pendugaan Weighted Overlay. Berdasarkan model tersebut parameter
yang digunakan meliputi parameter curah hujan (20%), jenis batuan (30%), jenis tanah
(10%), kemiringan lahan (30%), dan tutupan lahan (10%). Semua parameter diklasifikasi
berdasarkan skor kemudian diberi bobot sesuai pengaruhnya masing-masing dan
ditumpangsusunkan (overlay) dengan tools raster calculator. Hasil analisis rawan bencana
tanah longsor tersebar diseluruh Kabupaten Pekalongan yang terbagi menjadi tiga kelas
kerawanan yaitu kelas rawan longsor rendah dengan luas 290.53 Ha (34,4%) meliputi 15
kecamatan, kelas rawan longsor sedang dengan luas 150.94 Ha (17,9%) meliputi 11
kecamatan dan kelas rawan longsor tinggi dengan luas 404.09 Ha (47,79%) meliputi 9
kecamatan. Kemudian ditetapkan jalur dan tempat evakuasi bencana tanah longsor
berdasarkan Peta Rawan Bencana Tanah Longsor tersebut. Hasil peta rute evakuasi
menggunakan metode Network Analysis diperoleh tiga jalur evakuasi dengan tiga titik
bencana dan dua tempat evakuasi yaitu jalur pertama titik bencana di Desa Kandang Serang
menuju tempat evakuasi berupa alun-alun dan Kantor Badan Penanggulangan Bencana
Daerah Kajen memiliki total jarak 23,62 Km, sedangkan jalur kedua titik bencana di Desa
Timbang Sari menuju tempat evakuasi berupa alun-alun dan Kantor Badan Penanggulangan
Bencana Daerah Kajen memiliki total jarak 46,15 Km, dan jalur ketiga titik bencana di Desa
Kayu Puring menuju tempat evakuasi di Kantor Kecamatan Doro memiliki total jarak 14,77
Km. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat banyak rawan bencana tanah longsor
yang tersebar di seluruh wilayah selatan Kabupaten Pekalongan dan metode Network
Analysis dapat digunakan untuk menentukan jalur evakuasi terdekat menuju tempat
pengungsian. Pemerintah daerah dapat melihat peta kerawanan bencana tanah longsor
sebagai pertimbangan dalam menyusun rencana pembangunan di Kabupaten Pekalongan
kedepannya.