Abstract :
Budaya populer dengan sangat mudah berkembang di Indonesia, salah satunya budaya populer Korea (K-Pop). Sebagai sebuah budaya populer, bagian yang paling tampak dari adanya budaya K-Pop adalah penggemarnya atau fandom. Berkat kekuatan media massa, K-Pop mulai menyebar selayaknya virus ke seantero dunia dengan kemunculan fandom. Berdasarkan laporan The Korean Times, dari total 73,12 juta penggemar K-Pop di seluruh dunia, Indonesia masuk penggemar terbanyak ketiga di dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan resepsi khalayak dari budaya populer fandom Korea dengan menggunakan analisis penerimaan khalayak milik Stuart Hall decoding ? encoding. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif dan fokus pada decoding khalayak dari resepsi, pemikiran, dan interpretasi. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan komunitas penggemar Stars Sparkle Jakarta sebagai informan penelitian yang mana memiliki ketertarikan dalam budaya K-Pop. Informan disini dibagi menjadi tiga posisi makna milik Stuart Hall yaitu Dominant hegemonic position, Negotiated position, dan Oppositional position. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para informan tidak berada dalam posisi menolak. Namun beberapa kondisi, informan tidak selalu berada pada posisi dominan, tetapi juga berada dalam posisi negosiasi. Latar belakang kehidupan dan pengalaman juga memengaruhi cara informan dalam memberikan makna.