Abstract :
Dunia internasional tidak luput dari adanya perdamaian ataupun konflik. Hal ini terjadi karena sistem anarki, yaitu tidak adanya kekuasaan atau aturan yang lebih tinggi dari suatu negara atau organisasi internasional. Terkait hal tersebut, konflik sering terjadi antar kepentingan, penyebabnya yaitu kedaulatan, keamanan, etnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Salah satu benua yang rentan terhadap konflik adalah Afrika, untuk itu penelitian ini akan mengangkat konflik yang terjadi di Afrika, yaitu Somalia. Uni Afrika sebagai organisasi regional Afrika membentuk AMISOM sebagai misi perdamaian Somalia. Pada perkembangannya, AMISOM mempunyai mandat dan kapasitas yang berbeda – beda untuk mencapai perdamaian di Somalia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi apa yang diterapkan oleh Uni Afrika melalui AMISOM dengan sumber daya atau kapasitas soft dan hard power yang dimiliki untuk mewujudkan perdamaian negatif di Somalia. Variabel yang dibahas adalah perdamaian negatif, mekanisme soft dan hard power dalam peacekeeping, serta sumber daya soft dan hard power dalam organisasi regional. Hipotesa yang akan ditawarkan dalam penelitian ini adalah keberhasilan perdamaian negatif akan lebih baik dan merata apabila strategi yang dilakukan AMISOM dapat dilakukan secara maksimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe studi kasus yang menekankan pada penjelasan mekanisme dan strategi Uni Afrika dalam misi perdamaian di Somalia. Sehingga, teknik pengumpulan data didapatkan dari jurnal, literatur terdahulu, dokumen resmi, dan berita media massa.
Kata Kunci : Uni Afrika, Misi Perdamaian, AMISOM, Somalia