Abstract :
Bantuan luar negeri (foreign aid) merupakan salah satu bentuk kerja sama antar negara
dalam praktek hubungan internasional, yang secara konseptual mulai diterapkan pasca perang
dunia II. Seiring dengan meningkatnya status perekonomian Indonesia dari negara berkembang
menjadi upper middle income country (MIC), maka Indonesia ingin lebih berkontribusi dan
berkomitmen sebagai negara pemberi bantuan. Bantuan luar negeri dijadikan sebagai tools of
diplomacy atau instrumen pencapaian kepentingan negara. Bantuan luar negeri yang diberikan
Indonesia digunakan sebagai alat untuk melakukan diplomasi Indonesia ke negara-negara selatan.
Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai kontribusi bantuan luar negeri
Indonesia dalam peningkatkan diplomasi Indonesia di panggung global. Penelitian ini akan
menggunakan metode kualitatif dengan ini lebih menekankan pada aspek pemahaman yang berasal
dari fenomena sosial. Penelitian ini membahas mengenai bantuan luar negeri Indonesia dalam
program Kerjasama Selatan-Selatan Triangular (KSST) dalam bentuk kerja sama teknik.
Kemudian penelitian ini juga membahas mengenai keterlibatan Indonesia dalam dalam
menjembatani upaya perdamaian dunia melalui pendekatan diplomasi dan bantuan kemanusiaan
kepada Palestina dan Myanmar. Dengan Kebijakan Luar Negeri ini, Indonesia mendapatkan
dukungan dan pujian dari masyarakat internasional yang dapat membantu meningkatkan diplomasi
sekaligus citra Indonesia di panggung internasional. Dengan kata lain bantuan luar negeri juga
dapat memberikan feedback yang positif bagi negara donor.