Abstract :
Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh ukuran kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, leverage, dan ukuran dewan komisaris terhadap pengungkapan corporate social responsibility. Mengingat pentingnya corporate social responsibility untuk keberlangsungan hidup perusahaan, menjadikan penelitian ini menarik untuk dilakukan. Selain itu, adanya perbedaan hasil dari penelitian- penelitian sebelumnya memotivasi penulis untuk menguji kembali pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, leverage, dan ukuran dewan komisaris terhadap pengungkapan corporate social responsibility. Teori yang mendasari penelitian ini adalah teori agensi dan teori legitimasi. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2014-2018. Melalui teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu didapat 35 sampel perusahaan untuk 5 tahun pengamatan. Pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap pengungkapan corporate social responsibility. Selain itu, leverage tidak berpengaruh terhadap pengungkapan corporate social responsibility dan variabel ukuran dewan komisaris berpengaruh negatif terhadap pengungkapan corporate social responsibility.