Abstract :
Indonesia sebagai negara berkembang memiliki tugas besar, salah satunya dalam hal mengentaskan kemiskinan dan kebodohan penduduknya. Berbagai upaya pun telah dilakukan dalam menanggulangi permasalahan tersebut, salah satunya diwujudkan dalam Program Keluarga Harapan milik Kementerian Sosial RI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perilaku masyarakat (Keluarga Penerima Manfaat) di Jakarta Utara terhadap komunikasi pemasaran sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial RI. Penelitian ini ditelaah menggunakan teori komunikasi pemasaran sosial oleh Rosady Ruslan dan perilaku konsumen oleh Solomon. Metode yang digunakan adalah studi kasus jenis instrinsik, dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan komunikasi pemasaran sosial dalam PKH telah diterima dengan baik oleh masyarakat. Namun, penggunaan komunikator dan media untuk penyebarannya masih kurang efektif. Sedangkan, kegiatan komunikasi pemasaran sosial PKH jika dilihat dari perilaku konsumennya dari faktor internal seperti persepsi, proses belajar dan ingatan, kepribadian, serta sikapnya memiliki pengaruh terhadap perubahan perilaku mereka dalam kegiatan komunikasi pemasaran sosial PKH. Kemudian, jika dilihat melalui faktor eksternalnya dalam indikator keluarga, usia dan tahapan hidup, pendapatan, serta gaya hidup memiliki pengaruh terhadap perubahan perilaku mereka, kemudian pada indikator kelas dan status sosial dinyatakan beberapa diantaranya berpengaruh dan beberapa diantaranya tidak. Terakhir, pada indikator kelompok dan budaya tidak memiliki pengaruh terhadap komunikasi pemasaran sosial PKH.