Abstract :
Media massa kini memiliki peran yang penting dalam kehidupan masyarakat sosial dan
telah menjadi suatu kebutuhan dalam kehidupan manusia. Kini, informasi dapat dengan
mudah didapatkan hanya dengan menggunakan media online. Antvklik.com, dalam hal
ini merupakan salah satu portal media online yang belum mendapatkan verifikasi dari
Dewan Pers Indonesia. Antvklik.com kerap kali menjadikan penyanyi dangdut wanita
sebagai objek dalam pemberitaan. Dalam hal ini, Antvklik.com memberi tempat bagi
berlangsungnya bias dalam pemberitaan karena masih terdapat content maker yang
tidak memiliki perspektif gender. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah
dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis Sara
Mills, dimana secara teknis metode Sara Mills dapat dideskripsikan dengan melihat
pada tingkat posisi subjek-objek. Hasil analisis membuktikan bahwa pemberitaan
tentang penyanyi dangdut wanita pada kolom dangdut dalam portal media Antvklik.com
menjadikan penyanyi dangdut sebagai objek seksual semata. Hal ini dapat dilihat dari
pemilihan diksi yang bias gender, sehingga menjadikan konten yang ditampilkan tidak
sensitif gender. Dengan menggunakan analisis dasar berdasarkan teori analisis wacana
kritis Sara Mills, pemberitaan pada kolom dangdut dalam portal media Antvklik.com
didominasi dari pemberitaan yang berdasarkan pada sudut pandang laki-laki. Penyanyi
dangdut wanita dalam pemberitaannya pada sebuah teks tidak dapat menampilkan
dirinya sendiri, karena dirinya selalu didefinisikan dan dijadikan objek narasi. Dalam
penelitian ini, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Antvklik.com menjadikan penyanyi
dangdut wanita sebagai komoditas dengan menampilkan tubuh penyanyi dangdut
wanita sebagai objek seksual yang dapat menarik perhatian pembacanya dan menarik
klik, dan share.