Abstract :
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam serta mineralnya, tetapi persoalannya ialah Indonesia yang sudah didominasi oleh generasi milenials Y dan Z ternyata belum memiliki kesadaran diri untuk ingin berkecimpung di dunia industri minyak dan gas. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan kesadaran anak muda dalam mengelola industri minyak dan gas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengadakan suatu Program Temu Netizen XVI dengan judul acara ?Anak Negeri Kelola Migas, Bisa!? yang diadakan pada tanggal 12 September 2019 lalu, yang mana sebelum kegiatan berlangsung, Kementerian ESDM memanfaatkan media sosial Instagram (@kesdm) sebagai bentuk penerapan strategi cyber public relations yang diharapkan dapat mengelola corporate image dari Kementerian ESDM itu sendiri. Analisis penelitian ini menggunakan strategi cyber public relations oleh Philips&Young (2009), dan corporate image oleh Hawkins (2012). Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan hasil yang menunjukkan bahwa strategi cyber public relations pada Program Ruang Bicara Energi melalui Instagram untuk mengelola corporate image sudah berhasil walaupun masih perlu perbaikan dari segi konsistensi publikasi konten. Selain itu, ditemukan dari segi pengenalan audiens, dan evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian ESDM kurang ditangani secara serius. Dengan demikian, walaupun corporate image dari Kementerian ESDM dikatakan berhasil, tetapi dari segi media relations dari Kementerian ESDM belum tergambarkan dari pengemasan konten yang disajikan sebagai bentuk strategi cyber public relationsnya. Sehingga, strategi cyber public relations yang dilakukan untuk mengelola corporate image dikatakan berhasil walaupun belum maksimal betul.